Nina Agustin di Peringatan Hari Desa Nasional: Kota Salatiga Penyanggah Desa Sekitarnya
BERBAUR : Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin yang menghadiri Peringatan Hari Desa Nasional 2026 dipusatkan di Boyolali berbaur bersama Kepala Daerah / mewakili dari seluruh Indonesia, Kamis 15 Januari 2026. Foto : ist/Erna Yunus Basri--
BOYOLALI, diswayjateng.com - Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, turut menghadiri Peringatan Hari Desa Nasional 2026 dipusatkan di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Kamis 15 Januari 2026.
Berbaur bersama ribuan perwakilan Kepala Daerah di seluruh Indonesia, Nina mengaku kehadirannya membuktikan Salatiga penyanggah Desa sekitar sekaligus memperkuat simpul ekonomi antara kota dan desa
"Kehadiran saya dalam Peringatan Hari Desa Nasional 2026, bukan sekadar memenuhi undangan melainkan membawa semangat sinergi untuk memperkuat simpul ekonomi antara kota dan desa," ungkap Nina Agustin.
Dikatakan Nina, meskipun Salatiga merupakan wilayah perkotaan, keterikatan dengan desa-desa penyangga di sekitarnya tetap menjadi kunci.
BACA JUGA: Robby–Nina Pastikan Keamanan, Kesehatan dan Stabilitas Pangan Terjaga Jelang Nataru 2025/2026
BACA JUGA: Pemerintahan Robby-Nina Fokus Optimalisasi Penerimaan dan Penyelesaian Piutang
Tentunya, hal tersebut untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat.
Nina Agustin yang mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai menilai kegiatan ini sebagai pengingat penting bagi Salatiga.
Sementara, melalui layar digital, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyapa para hadirin dengan pesan hangat namun tegas.
Zulhas menekankan bahwa desa bukan lagi pelengkap, melainkan ujung tombak kebijakan nasional.
"Berbagai program strategis seperti Makan Bergizi Gratis hingga Koperasi Desa Merah Putih sengaja ditempatkan di desa agar manfaatnya langsung menyentuh kehidupan warga," terang Zulhas.
BACA JUGA: Nina Pimpin Rakor Stunting, Target 14,2% Tahun 2029 Jadi Prioritas Salatiga
BACA JUGA: Tanda Tresna Pemkot Salatiga, Nina Agustin Serahkan Insentif kepada Satlinmas
Di panggung utama, Menteri Desa PDT Yandri Susanto menyoroti pentingnya kerja kolaboratif.
Ia mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa pemerintah tidak membutuhkan sosok "Superman", tetapi "Super Team".
"Hari ini adalah hari kita semua. Melalui Asta Cita keenam, kita ingin desa menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton. Kami siapkan 12 Aksi Bangun Desa untuk menuju Indonesia Emas 2045," tutur Yandri.
Ditempat yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi selaku tuan rumah tampak bangga melihat Boyolali menjadi titik kumpul kepala desa berprestasi dari seluruh Indonesia.
Ia menyebut momen ini sebagai kesempatan bagi UMKM Jawa Tengah untuk menunjukkan daya saingnya. Ia berharap para tamu membawa pulang inspirasi dari model penguatan ekonomi mikro yang berkembang di Jawa Tengah ke daerah masing-masing.
BACA JUGA: Gubernur Jateng Resmikan Pompa Tenaga Surya Atasi Rob Sayung
BACA JUGA: Gubernur Jateng Prihatin Bencana di Jepara, Pulihkan Desa Tempur Pasca Longsor
Acara diisi dengan informasi dan visual, termasuk pemutaran video selayang pandang Koperasi Desa Merah Putih yang diproyeksikan menjadi mesin ekonomi baru di tingkat desa.
Puncak emosional acara terasa saat seluruh hadirin berdiri serempak mengucapkan "Deklarasi Boyolali", sebagai komitmen bersama untuk memajukan desa.
Suasana lapangan yang biasanya tenang berubah menjadi pusat perhatian nasional.
Sejumlah menteri kabinet hadir langsung, mulai dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, hingga Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Kehadiran pejabat negara ini menegaskan pesan kuat bahwa pembangunan Indonesia kini semakin berorientasi pada desa sebagai titik mula.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

