Pantura Pati Tergenang Banjir, Arus Truk Logistik Tersendat Sejak Empat Hari
Ruas Pantura di Widrokandang Pati menjadi titik simpul pertemuan lalu lintas dari berbagai penjuru. --
PATI, diswayjateng.com - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Pati mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk merendam ruas Pantura Pati–Juwana tepatnya di Traffic Light Desa Widorokandang Pati. Pantura Pati terendam banjir, akibatkan truk logistik tersendat selama empat hari.
Kondisi yang terjadi sejak dua hari lalu hingga Kamis (15/1/2026) ini, berdampak pada perlambatan arus lalu lintas di jalur nasional yang berada di Kota Pati. Jalur tersebut selama ini menjadi urat nadi distribusi logistik Pantura timur.
Merespons situasi tersebut, Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi bersama Pejabat Utama Polresta Pati turun langsung ke lokasi.
“Kami ingin memastikan langsung kondisi riil di lapangan, mulai dari genangan air, arus kendaraan, hingga kesiapan personel dalam melakukan pengaturan lalu lintas,” ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi di sela pemantauan.

Pengaturan ruas Pantura Pati- Rembang yang tersendat akibat banjir dalam tiga hari--
Hasil pantauan menunjukkan genangan air terjadi akibat curah hujan tinggi yang dipicu cuaca ekstrem serta luapan Sungai Silunggonggo. Air menutup sebagian badan jalan dan berpengaruh pada kondisi aspal yang rusak.
“Salah satu penyebab utama perlambatan kendaraan adalah banyaknya lubang jalan yang tertutup air akibat banjir. Ini sangat berisiko, terutama bagi kendaraan besar,” tegas Kapolresta Pati.
Arus lalu lintas di kawasan TL Widorokandang Pati, didominasi kendaraan besar. Yakni truk bermuatan berat yang melintas di jalur logistik Pantura.
Kondisi tersebut membuat kendaraan harus bergerak ekstra pelan untuk menghindari kerusakan maupun kecelakaan lalu lintas.
“Dominasi truk besar membuat kami harus lebih ekstra dalam pengaturan, karena jika terjadi satu insiden saja, dampaknya bisa langsung panjang ke belakang,” kata Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Dalam pengamanan tersebut, Kapolresta Pati memastikan personel lalu lintas telah disiagakan di titik-titik rawan untuk melakukan pengaturan, penguraian antrean, serta antisipasi kemacetan berkepanjangan.
“Kami sudah instruksikan anggota untuk siaga penuh, mengatur arus secara situasional, dan melakukan rekayasa lalu lintas bila diperlukan,” jelasnya.
Kapolresta Pati menegaskan bahwa kawasan Widorokandang menjadi fokus utama pengamanan.
Sebab area itu merupakan simpul pertemuan arus dari arah Pati, Juwana, Rembang dan Kudus dengan intensitas kendaraan yang cukup tinggi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

