Perbaikan Jalan Kaligawe Picu Kemacetan Parah di Pantura Semarang–Demak

Perbaikan Jalan Kaligawe Picu Kemacetan Parah di Pantura Semarang–Demak

Jalan Nasional Kaligawe Semarang sudah mulai dilakukan perbaikan, dimana berpotensi terjadi kemacetan panjang.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com – Kemacetan panjang berpotensi terus terjadi di Jalan Nasional Pantura Semarang–Demak menyusul adanya proyek perbaikan Jalan Kaligawe, tepatnya di depan Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang. Penyempitan jalur dan kondisi jalan rusak membuat arus kendaraan tersendat, terutama pada jam sibuk.

Pantauan di lapangan, Kamis, 15 Januari 2026, antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer. Sejumlah truk besar terlihat melaju pelan di jalur sempit, sementara pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati menghindari lubang jalan dengan kedalaman sekitar 14 hingga 20 sentimeter.

Salah satu pengendara, Syahrul Gunawan, warga Kabupaten Semarang Utara, mengaku perjalanan menuju tempat kerjanya kini jauh lebih melelahkan. Setiap hari ia harus melintasi Jalan Pantura Semarang–Demak dari kawasan Indonesia Power.

“Jarak yang biasanya cepat, sekarang bisa jadi perjuangan sekitar lima kilometer. Jalannya sempit, banyak lubang, tangan pegal karena harus terus jaga keseimbangan,” ujar Syahrul.

Ia menilai kemacetan tidak hanya dipicu oleh proyek perbaikan Jalan Kaligawe, tetapi juga pembangunan jalan tol yang berlangsung bersamaan. Kondisi tersebut membuat pengendara motor berada dalam posisi paling rentan.

“Kalau salah ambil jalur bisa langsung masuk lubang atau terlalu dekat dengan truk. Jalan ini sama sekali tidak ramah untuk motor,” katanya.

Syahrul berharap proses perbaikan jalan dapat segera diselesaikan agar aktivitas warga, khususnya pekerja harian, tidak terganggu. Menurutnya, situasi saat ini bukan hanya memicu kemacetan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu, Kapolsek Genuk Kompol Rismanto mengatakan kepolisian telah melakukan berbagai upaya untuk mengurai kepadatan di kawasan tersebut. Pengaturan lalu lintas dan rekayasa jalan diterapkan sejak proyek dimulai.

“Sejak 10 Januari 2026, kami melakukan pengaturan lalu lintas dan rekayasa untuk mengantisipasi kemacetan, khususnya dari arah Semarang menuju Demak di lajur tengah,” jelas Rismanto.

Selain itu, polisi juga memasang imbauan agar pengendara memanfaatkan jalur alternatif. Jika antrean kendaraan semakin panjang, kepolisian menyiapkan langkah tambahan berupa sistem kontra flow.

“Kontra flow sudah kami terapkan karena ekor kemacetan sempat mencapai palang pintu kereta api,” ujarnya.

Proyek peninggian dan perbaikan Jalan Kaligawe sendiri ditargetkan berlangsung selama delapan bulan. Namun, menjelang Idul Fitri 2026, akan dilakukan penyesuaian pengaturan lalu lintas agar arus kendaraan tetap berjalan.

“Nanti saat Lebaran akan dibuka jalur tertentu supaya tidak terjadi kemacetan total,” tambah Rismanto.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, serta mengikuti arahan petugas selama proyek berlangsung. Kemacetan diperkirakan paling padat terjadi pada pagi hari saat berangkat kerja dan sore hari saat arus pulang. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: