Mahasiswa Malaysia Belajar UMKM Kolang-Kaling dan Peternakan Sapi Perah di Desa Wisata Jatirejo Semarang

Mahasiswa Malaysia Belajar UMKM Kolang-Kaling dan Peternakan Sapi Perah di Desa Wisata Jatirejo Semarang

Mahasiswa University Teknologi Malaysia (UTM) mengikuti edukasi UMKM kolang-kaling dan peternakan sapi perah berkelanjutan di Desa Wisata Jatirejo, Semarang-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com – Sejumlah mahasiswa asing dari University Teknologi Malaysia (UTM) mengikuti kegiatan edukasi wisata berbasis kearifan lokal di Desa Wisata Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu, 14 Januari 2026. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari International Service Student Program (ISSP) atau KKN Internasional Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). 

Dalam agenda tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada potensi ekonomi kreatif dan pertanian berkelanjutan yang dikembangkan masyarakat Desa Jatirejo. Kunjungan diawali di RW 01 yang dikenal sebagai sentra pengolahan kolang-kaling. Di lokasi ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai sejarah desa sekaligus praktik langsung pengolahan kolang-kaling bersama pelaku UMKM setempat. 

Mahasiswa UTM menyaksikan proses produksi mulai dari perebusan, pengupasan, hingga pengepresan bahan baku kolang-kaling. Mereka juga mempelajari inovasi produk turunan seperti kerupuk, manisan, dan cireng kolang-kaling yang menjadi unggulan desa wisata tersebut. 

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan ke Kampung Green Fresh Farm (GFF) di RW 04 dengan menggunakan kereta wisata. 

Di kawasan peternakan sapi perah itu, mahasiswa memperoleh pengetahuan mengenai perawatan sapi, manajemen pakan, proses pemerahan susu, hingga mengikuti kelas memasak berbahan dasar susu segar. 

Kampung GFF Jatirejo selama ini dikenal sebagai salah satu sentra sapi perah di kawasan perbukitan Semarang yang mengedepankan konsep pertanian dan peternakan berkelanjutan. 

Usai mengikuti sesi edukasi, peserta menikmati sajian kuliner khas Desa Wisata Jatirejo berupa Sego Gudangan dan Oseng Kolang-kaling atau Sego Guling. 

Koordinator peserta dari UTM Malaysia, Halimaton Humainrah, menyampaikan apresiasinya atas pengalaman yang diperoleh selama kunjungan. Ia menilai inovasi olahan kolang-kaling di Desa Jatirejo memberikan wawasan baru mengenai pengembangan produk lokal bernilai ekonomi. 

Hal senada disampaikan Muhammad Izzat Syabil yang mengaku baru pertama kali terlibat langsung dalam aktivitas peternakan sapi perah, mulai dari memberi pakan hingga memerah susu. 

Kegiatan tersebut didampingi oleh dosen pembimbing lapangan UPGRIS, Prasena Arisyanto, S.Pd., M.Pd dan Shofif Sabaruddin Akbar, S.E., M.M. Keduanya mendampingi mahasiswa selama kegiatan sekaligus menjembatani komunikasi dengan pengelola desa wisata. 

Prasena menjelaskan, kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari program ISSP yang bertujuan mempertemukan mahasiswa lintas negara untuk belajar langsung di tengah masyarakat. Program ini diharapkan mampu memperkuat pertukaran budaya dan pengabdian internasional berbasis pendidikan. 

Sementara itu, Shofif Sabaruddin Akbar menegaskan bahwa interaksi mahasiswa lintas negara di Desa Jatirejo menjadi sarana membangun jejaring internasional serta menanamkan nilai toleransi dan kepedulian terhadap isu sosial, lingkungan, dan ekonomi berkelanjutan. 

Dalam rangkaian KKN Internasional tersebut, mahasiswa UTM Malaysia dijadwalkan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Jatirejo sejak Selasa, 13 Januari 2026 hingga Minggu, 18 Januari 2026. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: