Cuaca dan Medan Sulit, Jenazah Syafiq Ali Masih Tertahan di Gunung Slamet

Cuaca dan Medan Sulit, Jenazah Syafiq Ali Masih Tertahan di Gunung Slamet

Suasana pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet (14/1/2026)-Istimewa-

PEMALANG, diswayjateng.com – Setelah ditemukan Rabu, 14 Januari 2026 pagi, Jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan masih tertahan di Gunung Slamet hingga saat ini (Rabu malam). Pendaki asal Magelang ini hilang di Gunung Slamet dan baru ditemukan setelah 17 hari sejak dilaporkan hilang.

Komandan SRU Basarnas Pemalang, Handika, mengatakan tertundanya evakuasi jenazah Syafiq Ali dikarenakan lokasi penemuan jenazah berada di medan vertikal yang cukup sulit, ditambah cuaca hujan lebat di lokasi.

"Saat ini jenazah (survivor) masih di lokasi penemuan, belum bisa dievakuasi karena medannya vertikal jadi cukup sulit jadi butuh waktu, ditambah juga cuaca hujan dan terbentur waktu malam," terang Handika.

Handika menambahkan, proses evakuasi jenazah survivor akan dilakukan saat cuaca tidak hujan, untuk segera diturunkan ke Base Camp Dipajaya Pemalang.

"Iya rencana dievakuasi besok, nunggu terang dan tidak hujan, kalau sekarang masih hujan dan malam hari sulit," imbuhnya.

Meski belum bisa dipastikan jam berala jenazah Syafiq Ali sampai Basecamp Dipajaya, namun Handika memperkirakan sore hari baru sampai di Basecamp Dipajaya.

"Ya kemungkinan sore baru sampai basecamp, atau malah bisa jadi sampai malam, tergantung cuaca nanti," pungkasnya.

Kondisi cuaca di Gunung Slamet saat ini cukup ekstrem. Setiap hari turun hujan lebat dan kadang disertai badai.

Basarnas dan Tim Relawan saat ini sedang berupaya untuk segera mengevakuasi jenazah Syafiq Ali agar segera turun.

Diberitakan sebelumnya, Syafiq Ali hilang di Gunung Slamet selama 17 hari, sejak 29 Desember 2025. Pencarian Syafiq Ali sempat dihentikan di hari ke 7 pencarian, namun Basarnas dan beberapa relawan masih tetap melakukan pencarian, hingga jenazah Syafiq Ali ditemukan pada Hari Rabu (14/1/2026) siang, sekitar pukul 10.22 Wib. Jenazah Syafiq ditemukan di jalur punggungan Gunung Malang, tepatnya di area batu Watu Langgar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait