Penanganan Banjir Kudus Pati dan Jepara, Wagub Jateng: Perlu Rekayasa Cuaca
Penanganan bencana banjir dan longsor di Kudus perlu adanya rekayasa cuaca--
KUDUS, diswayjateng.com - Rekayasa cuaca mendesak dilakukan dalam penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah KUDUS, Pati dan Jepara. Mengingat, intensitas hujan sangat tinggi di tiga wilayah setempat.
Rekayasa cuaca ini dilakukan usai pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, saat memantau bencana longsor dan banjir di Kudus pada Selasa (13/1/2026) petang.
"Selama empat hari (di Kudus, Pati dan Jepara) tidak ada sinar matahari, jadi hasil koordinasi dengan BBWS memang perlu ada rekayasa cuaca," ujar Taj Yasin di Posko Bencana Banjir Desa Temulus, Kecamatan Mejobo Kudus.
BACA JUGA:Pemkab Kudus Evakuasi Warga di Posko Pengungsian, Banjir Satu Meter Rendam Dukuh Goleng
BACA JUGA:Jalur Pantura Kudus Pati Macet 4 Kilometer Akibat Genangan Banjir Setengah Meter
Taj Yasin mengaku sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, untuk meminta spot-spot yang perlu dibantu dengan pompa penyedot banjir. Namun kondisi sungai yang ada saat ini, masih terkendala adanya air yang melimpah.
Saat berada di Posko Banjir MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus yang ditempati sebanyak 105 jiwa, Taj Yasin menyalurkan bantuan dari Pemprov Jateng Rp 188 juta.
Bantuan berupa makanan siap saji, lauk pauk siap saji, tenda keluarga, tenda gulung, kasur dan selimut. 
Taj Yasin menyalurkan bantuan Pemprov Jateng Rp 188 juta korban banjir kepada Bupati Kudus. --
Untuk diketahui, hujan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Kudus terjadi sejak tanggal 9 Januari 2026 hingga saat ini. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Dawe, Sungai Piji, dan Sungai Mrisen.
BACA JUGA:Pendirian Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Melambat, Pemkab Kudus Bedah Faktor Pemicunya
BACA JUGA:Pemerintah Desa di Kudus Disuntik Dana Rp 50 Juta untuk Kelola Sampah
Sedangkan banjir di Desa Golantepus akibat luapan Sungai Dawe dan Sungai Mrisen, diperparah dengan adanya tanggul yang jebol.
Adapun banjir Desa Kesambi diakibatkan meluapnya Sungai Piji yang tidak mampu menampung debit air dari hulu Gunung Muria.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

