Menteri HAM Jenguk Korban Keracunan MBG yang Dirawat di RSUD Purwodadi Grobogan, Ini Responnya
Menteri HAM Natalius Pigai (baju biru) berdialog dengan salah satu korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirawat di RSUD dr Soedjati Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Selasa (13/1/2026). (Achmad Fazeri/Disway Jateng)--
GROBOGAN, diswayjateng.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menjenguk sejumlah korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini masih dirawat di RSUD dr Soedjati Purwodadi Kabupaten Grobogan, Selasa siang (13/1/2026).
Setibanya di RSUD Purwodadi, Pigai disambut Bupati Grobogan Setyo Hadi didampingi oleh Wakil Bupati (Wabup) Grobogan Sugeng Prasetyo, Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani, Kepala Dinas Kesehatan Grobogan dr. Djatmiko, Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Soedjati Purwodadi dan jajarannya.
Pigai bersama rombongan langsung menuju ruang rawat inap Asoka untuk berdialog dengan sejumlah korban. Di hadapan mereka, ia pun menanyakan keluhan yang mereka rasakan setelah menyantap menu MBG.
"Jadi, waktu itu, semuanya menerima makanan yang sama dan kena semua ya. Sekarang bagaimana kondisinya?" tanya Pigai.
"Sudah agak pulih, namun perutnya masih sakit," jawab korban sambil memegang perutnya.
"Sehat-sehat, ya, Oke. Nanti kembali ke sekolah lagi ya," kata Pigai sembari menyemangati sebelum meninggalkan ruangan satu untuk menuju ruangan lain di sebelahnya.
Setelah menjenguk sejumlah korban dari tiga ruangan yang berbeda, Pigai bersama rombongan meninggalkan RSUD Purwodadi menuju Pendopo Kabupaten untuk koordinasi dengan seluruh kepala SPPG di Grobogan.
Kepada wartawan, Pigai menyebutkan total siswa yang keracunan MBG dan dirawat di sejumlah faskes Kabupaten Grobogan ada 115 orang, sebanyak 54 orang masih dirawat (61 orang sudah sembuh, dibolehkan pulang). Adapun yang dirawat di RSUD Purwodadi ada 29 orang, dan kini ada 13 orang yang masih dirawat.
"Ini versi korban yang dirawat di RSUD Purwodadi, saya berkesimpulan bahwa apa yang dialami oleh siswa-siswi kita memang karena makanan yang kurang higienis. Dan rata-rata sakitnya sama. Mereka sakit setelah makan makanan yang sama dan SPPG-nya juga sama," jelasnya sebelum meninggalkan RSUD Purwodadi.
Pigai menegaskan bahwa kesimpulan tersebut disampaikan berdasarkan pengakuan dari sejumlah korban yang dijenguknya di RSUD Purwodadi. Bisa jadi, lanjutnya, akan berbeda setelah koordinasi dengan Pemkab Grobogan bersama SPPG terkait.
"Karena itulah nanti kami akan lakukan perbaikan dan evaluasi SPPG terkait. Kalau perlu dilakukan evaluasi secara profesional agar berikutnya tak terjadi lagi kejadian yang sama," katanya.
Pigai pun menegaskan, program MBG merupakan program mulia Presiden RI yang bertujuan menyiapkan generasi emas Indonesia.
“Tujuannya sangat baik. Program ini sudah menjangkau sekitar 53 juta penerima. Dari jumlah itu, memang ada sekitar 50 sampai 100 kasus yang terdampak. Meskipun persentasenya hanya sekitar 0,0017 persen, kami tetap akan bekerjakeras melakukan perbaikan terus menerus,” ujarnya.
Pigai menyebutkan, bahwa pemerintah tidak menginginkan satu pun siswa terdampak keracunan dalam program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi dan masa depan generasi penerus bangsa tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: