Wilayah Kudus Terancam Bencana, Tiga Rumah Warga Pegunungan Muria Tergerus Longsor

Wilayah Kudus Terancam Bencana, Tiga Rumah Warga Pegunungan Muria Tergerus Longsor

Tiga rumah warga Desa Rahtawu terdampak bencana longsor. --

KUDUS- Diswayjateng.com- Bencana alam tanah longsor terjadi di Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, KUDUS. Longsor dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari.

Peristiwa yang terjadi Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, saat warga hendak beraktivitas. Tanah di depan rumah warga tiba-tiba bergerak dan mengalami retakan sebelum akhirnya longsor. 

Kejadian itu membuat warga panik dan ketakutan. Mereka langsung menyelamatkan diri dan mengajak anggota keluarga keluar rumah.

Material longsoran dari ketinggian kurang lebih 10 meter tersebut, sebagian menimpa atap belakang salah satu rumah warga. Sedikitnya tiga rumah warga terdampak akibat kejadian ini. 
Warga dan polisi bergotong royong membersihkan material longsoran. --

Mendapat laporan adanya tanah longsor, aparat Polsek Gebog langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Selanjutnya membantu evakuasi warga, serta membersihkan material longsor bersama relawan dan masyarakat setempat.

“Kami langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan masyarakat, membantu evakuasi, serta mengantisipasi kemungkinan longsor susulan,” ujar Kapolsek Gebog, AKP Siswanto. 

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Rahtawu, relawan tanggap bencana dan unsur TNI. Langkah ini untuk melakukan penanganan serta pemantauan lanjutan di wilayah rawan longsor.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 30 juta,” ungkap AKP Siswanto.

Setelah dilakukan pembersihan material longsor secara gotong royong, akses jalan yang sempat tertutup kini sudah dapat dilalui kembali oleh warga.

Namun masyarakat tetap diimbau untuk berhati-hati saat melintas, terutama saat hujan.

Kapolsek mengimbau warga yang tinggal di wilayah perbukitan dan rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat intensitas hujan tinggi. 

"Selain itu, segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, " tukas Siswanto. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait