Terobos Bahaya Longsor, Misi Kemanusiaan Bidan Jepara Selamatkan Ibu Melahirkan
Bidan Liya dan Bidan Cindy jalan kaki menerobos bencana longsor untuk bantu ibu melahirkan. --
JEPARA, diswayjateng.com - Di tengah hadangan lumpur, jalan amblas dan ancaman longsor susulan, dua bidan Puskesmas Keling Jepara melangkah menunaikan tugas kemanusiaan. Mereka menembus keterbatasan demi satu misi, yakni menyelamatkan seorang ibu yang akan melahirkan di Desa Tempur, Kecamatan Keling.
Desa Tempur yang berada di Pegunungan Muria ini, merupakan Desa terdampak bencana longsor yang paling parah. Sebab jalan utama menuju Desa Tempur longsor hingga membuat warga desa terisolir.
Di saat bencana longsor memutus akses dan membuat wilayah Desa Tempur terisolasi, kehidupan justru menemukan jalannya.
Ketika sebagian wilayah Desa Tempur harus bergulat dengan dampak bencana longsor, dua bidan Puskesmas Keling yakni Bidan Liya dan Bidan Cindy justru memulai perjalanan yang tak biasa.
Dua tenaga kesehatan itu menyusuri jalan yang masih penuh longsoran tanpa menumpang ambulance, untuk menolong persalinan seorang ibu warga Desa Tempur.
BACA JUGA:Wilayah Kudus Dikepung Banjir dan Longsor, 14 Ribu Warga Terdampak Bencana
BACA JUGA:Ganasnya Bencana di Kudus, Warga Menawan Tewas Tertimbun Material Longsor
Meski hanya mengendarai sepeda motor dan harus berjalan kaki karena menapaki badan jalan yang berisiko longsor, mereka bersemangat menjalankan tugas kemanusiaan.
Awalnya, upaya evakuasi terhadap warga Desa Tempur yang hendak melahirkan sudah dilakukan sejak Jumat (9/1/2026) malam.
Kala itu, tim medis Puskesmas Keling sempat mencoba menerobos ruas jalan di tengah hujan lebat menggunakan ambulance.
Namun sekitar pukul 21.00–22.00 WIB, akses menuju desa yang berada di Pegunungan Muria benar-benar terputus akibat longsor besar.
Tim medis Puskesmas Keling terpaksa kembali pulang. Meskipun material longsoran tanah dan batu menutup akses jalan ke Desa Tempur, namun tidak memadamkan tanggung jawab mereka.
“Pelayanan kesehatan tetap prioritas. Karena itu, dua bidan kami berangkat langsung Sabtu pagi pukul 07.00,” ujar dr. Murtono, Kepala Puskesmas Keling I pada Minggu (11/1/2026).
Dengan mengendarai sepeda motor, kedua bidan tersebut hanya bisa mencapai wilayah di Dukuh Pajang, Desa Damarwulan. Setelah itu, mereka harus menyusuri jalan lenyap.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: