Tragedi Buayan Kebumen, Pemkab Pastikan Pendampingan Lintas Sektoral
Foto ilustrasi tragedi Buayan Kebumen.--
KEBUMEN, diswayjateng.com - Tragedi Buayan yang menggegerkan KEBUMEN ini mendapat perhatian serius dari Bupati KEBUMEN Lilis Nuryani. Pemkab KEBUMEN memastikan pendampingan lintas sektor akan terus dilakukan untuk menjamin hak pendidikan, kesehatan, dan perlindungan psikososial anak korban yang selamat yaitu AZ, 8 tahun.
Pada Jumat (9/1/2026), Bupati bersama jajaran dinas terkait mengunjungi keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan pendampingan berkelanjutan.
"Pemerintah Kabupaten Kebumen hadir agar keluarga tidak merasa sendiri. Kami memberikan dukungan moral, bantuan ekonomi, pendampingan psikologis, serta pembebasan biaya visum. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang," ujar Bupati Lilis.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Kebumen menyerahkan santunan, paket sembako, perlengkapan sekolah, serta mainan untuk AZ. Pemerintah daerah juga menawarkan pekerjaan kepada paman dan bibi AZ agar memiliki penghasilan tetap dan dapat fokus mendampingi tumbuh kembang anak tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala UPTD PPA Kebumen, Arum Dwi L, menegaskan bahwa pendampingan terhadap AZ dilakukan dengan pendekatan ramah anak.
BACA JUGA:Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional, Bank Mandiri Wirausahakan Petani Kebumen
"AZ sempat melihat kondisi yang sangat berat dan mengancam jiwanya. Saat ini ia menunjukkan gejala trauma, seperti ketakutan terhadap orang asing. Pendampingan dilakukan melalui komunikasi ringan dan permainan," jelasnya.
Selain trauma healing, UPTD PPA juga memberikan edukasi kepada keluarga besar agar tidak membicarakan ulang peristiwa tersebut di hadapan anak.
Kronologi Tragedi Buayan Kebumen
Seperti diberitakan sebelumnya, Warga Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, digemparkan oleh peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang ibu dan anak balitanya. Kedua korban ditemukan meninggal dunia tergantung di dalam rumah pada Selasa (6/1/2026) malam.
Korban diketahui berinisial AA (44) dan anak perempuannya AT (5). Keduanya ditemukan tidak bernyawa di kusen pintu rumah sekitar pukul 22.00 WIB. Sementara itu, anak sulung korban, AZ (8) berhasil menyelamatkan diri dari situasi berbahaya.
Peristiwa ini terungkap setelah AZ mendatangi kerabat untuk meminta pertolongan. Laporan kemudian diteruskan ke kepolisian.
Kapolsek Buayan, Iptu Walali Saebani, menjelaskan bahwa anak korban sempat berada dalam situasi berbahaya, namun berhasil keluar rumah sebelum kejadian berakhir tragis.
BACA JUGA:Tragedi Keluarga di Buayan Kebumen, Ibu Rumah Tangga Ajak Anak Gantung Diri
"Anak yang duduk di kelas 2 SD itu selamat. Di lokasi memang sudah disiapkan alat, namun korban selamat berhasil menyelamatkan diri," ujar Kapolsek, Jumat (9/1/2026).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

