Ini Data Sementara UPTD Pendidikan Korwil Gubug terkait Korban Keracunan MBG

Ini Data Sementara UPTD Pendidikan Korwil Gubug terkait Korban Keracunan MBG

KERACUNAN MBG: Petugas medis melakukan penanganan sejumlah murid yang mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ponpes Miftahul Huda Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan. (Istimewa)--

GROBOGAN, diswayjateng.com - Berdasarkan laporan sementara Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Korwil Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, siswa, guru dan wali murid yang mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari sejumlah sekolah dasar.

Lokasi SDN tersebut tersebar di tiga desa diantaranya Desa Trisari, Glapan, dan Penadaran di Kecamatan Gubug.

Rinciannya, SDN 2 Trisari mencatat 24 siswa sakit, SDN 1 Trisari 30 siswa dan tiga guru, SDN Glapan 13 siswa, satu guru, serta SDN 1 Penadaran sebanyak 57 siswa, tiga guru, dan tiga walimurid.

Sementara itu, dari SDN 3 Penadaran melaporkan ada 40 siswa tidak masuk, dengan 26 di antaranya izin sakit serta 3 guru (dua izin). Di SDN 2 Penadaran, tercatat 28 siswa dan empat guru izin sakit.

Selain di sejumlah SDN tersebut, juga terdapat ratusan korban dari lembaga pendidikan berbasis pondok pesantren di Desa Ngroto, yakni Miftahul Huda.

Berdasar laporan Puskesmas Gubug 2 mencatat SMK Miftahul Huda Ngroto sebanyak 35 santri putri dan 17 santri putra mengalami keluhan keracunan. Adapun di SMP Miftahul Huda Ngroto, jumlah santri yang sakit mencapai 208 orang, terdiri dari 116 santri putra dan 92 santri putri.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 452 siswa di sejumlah sekolah Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah dikabarkan mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kejadian tersebut baru diketahui pada Sabtu pagi (10/1/2026), seusai ratusan siswa tersebut izin tidak dapat masuk sekolah sebab diduga keracunan MBG.

Dalam keterangannya, Camat Gubug Bambang Supriyadi menyampaikan, selain ratusan siswa, ada belasan guru dan beberapa wali murid juga menjadi korban dugaan keracunan MBG itu.

”Laporan awal kami terima pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB dari Kepala Puskesmas Gubug 1. Dari hasil pendataan sementara, kasus ini terjadi di beberapa SD dan sekolah di lingkungan ponpes,” ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: