Disulap 10 Hari, Rumah Warga Bandarharjo Kini Layak Huni Berkat Bantuan Pemkot Semarang

Disulap 10 Hari, Rumah Warga Bandarharjo Kini Layak Huni Berkat Bantuan Pemkot Semarang

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyerahkan rumah baru milik Suyono, warga RT 03 RW 08 Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara melalui dana RTLH. -Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, diswayjateng.com – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Kota Semarang kembali menunjukkan hasil nyata.

Salah satunya dirasakan Suyono, warga RT 03 RW 08 Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, yang kini dapat menempati rumah layak hanya dalam waktu 10 hari setelah proses perbaikan.

Suyono mengungkapkan, kondisi rumahnya sebelumnya tidak memenuhi standar hunian sehat dan aman. Melalui bantuan RTLH dari Pemkot Semarang, rumah tersebut kini telah direnovasi dan bisa ditempati bersama keluarga.

“Dulu rumah saya tidak layak huni, sekarang sudah jauh lebih nyaman. Terima kasih kepada Ibu Wali Kota, bantuan ini sangat berarti bagi kami,” kata Suyono, Jumat, 9 Januari 2025.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Hentikan Nelayan Melaut, Pemkot Semarang Siapkan Solusi Budidaya Air Tawar

Bantuan rehabilitasi RTLH senilai total Rp20 juta tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dalam agenda Temu Warga Lokal di Kecamatan Semarang Utara. Agustina menegaskan bahwa program RTLH menjadi salah satu kebijakan strategis Pemkot Semarang dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menurut Agustina, hunian yang layak memiliki dampak langsung terhadap berbagai aspek kehidupan warga, mulai dari kesehatan keluarga hingga kesejahteraan sosial.

“Program RTLH tidak hanya soal memperbaiki rumah, tetapi juga bagian dari upaya pengentasan kemiskinan, pencegahan stunting, peningkatan kesehatan lingkungan, dan penataan kawasan pesisir,” ujarnya.

Ia mencatat, sepanjang tahun 2025, Pemkot Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) telah menyelesaikan rehabilitasi 1.013 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di berbagai wilayah kota. Pada tahun 2026, program tersebut akan dilanjutkan dengan target tambahan sebanyak 900 unit RTLH.

Selain menyerahkan bantuan RTLH, kunjungan Wali Kota di wilayah Semarang Utara juga diisi dengan sejumlah agenda lain, di antaranya peninjauan betonisasi Jalan Lodan, peresmian Posyandu Minasari Bandarharjo, pengecekan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kampung Mangut, serta penyaluran bantuan pangan bagi nelayan Tambak Mulyo yang terdampak angin barat.

Melalui dialog langsung dengan warga dalam kegiatan Temu Warga Lokal, Pemkot Semarang memastikan setiap program dan kebijakan yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga Kota Semarang yang harus tinggal di rumah yang membahayakan keselamatan dan kesehatan keluarganya,” pungkas Agustina. (Sul)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait