Ratusan Siswa Ikut Simulasi Selamatkan Diri dari Bencana Gempa Bumi
Simulasi bencana alam gempa bumi di SD Muhammadiyah 02 Noyontaan Kota Pekalongan (10/1/2026)--Mukhtarom
PEKALONGAN, diswayjateng.com - Ratusan siswa SD Muhammadiyah 02 Noyontaan Kota Pekalongan, mengikuti simulasi penyelamatan diri pada bencana gempa bumi, yang digelar oleh Muhammasiyah Disaster Management Center (MDMC) di Kampus 1, Sabtu, 10 Januari 2026.
Para siswa diajak menerapkan sikap berlindung di bawah meja saat terjadi gempa, kemudian melindungi kepala dengan tas atau benda lainnya, dan berjalan secara tertib menuju tempat evakuasi atau titik kumpul aman.
Istiqomah IRC, Kepala SD Muhammadiyah 2 Noyontaan mengatakan ingin kegiatan ini dapat memberikan ketrampilan anak didiknya dalam merespon bencana khsusnya saat terjadi gempa bumi.
"Kegiatan ini bertujuan memberikan pembelajaran kepada anak-anak agar siap siaga apabila suatu saat terjadi bencana. Dengan simulasi ini, siswa dibekali pengetahuan tentang cara penanganan yang tepat sehingga dapat meminimalkan risiko yang mungkin terjadi," terangnya.
Dalam pelatihan yang digelar selama dua hari ini, ratusan siswa diberikan materi tentang kebencanaa, tak hanya siswa, para guru turut diberikan materi dalam mengondisikan siswa jika sewaktu-waktu terjadi bencana.
BACA JUGA:Tirta Ayu Gulirkan Simulasi Aliran SPAM Regional Zona Balamoa
BACA JUGA:Ratusan Siswa Berhamburan Sambil Lindungi Kepala, Simulasi Gempa Bumi di SMPN 3 Batang
"Selain siswa, para guru dan manajemen sekolah juga turut terlibat. Mereka mendapatkan briefing khusus terkait prosedur dan langkah-langkah penanganan saat terjadi gempa bumi," kata Istiqomah.
Pendidikan kebencanaan dinilai mampu mengurai risiko saat terjadi bencana. Untuk itu pemahaman kebencanaan perlu diberikan kepada siswa sekolah sejak dini.
Meminimalkan risiko menjadi tujuan utama dari pelatihan ini. MDMC sebagai instruktur telah menuntun para siswa hingga faham apa yang harus dilakukan jika tiba-tiba terjadi bencana gempa bumi.
"Kita untuk bisa mengurangi risiko bencana gempa itu tadi, waktu kejadian kita bisa untuk mengelamankan diri-diri waktu keadaan gempa dengan keadaan di sekolah, maupun di rumah kalau keadaan di sekolah siswa bisa berlindung di tempat-tempat yang aman. Contoh untuk di bawah meja atau tas ditaruh di atas kepala, karena untuk kepala ini sangat rentan," terang Heri Kuswanto, Ketua MDMC Kota Pekalongan.
Hasil praktek simulasi dinilai cukup baik, seluruh seperta bisa kooperatif dan teetib dalam menjalankan setiap instruksi.
"Alhamdulillah hasil simulasi tadi sesuai rencana kita dari awal untuk bencana gempa ini, anak-anak juga sudah mengetahui caranya kita mengamankan diri-diri dan bisa berjalan sesuai arahan dari instruktur untuk bisa berjalan melalui jalur evakuasi yang sudah kita sediakan untuk menuju yang seting aman," pungkas Heri Kuswanto.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

