BMKG Peringatkan Gelombang hingga 2,5 Meter di Pantura Jateng, Nelayan Diminta Waspada
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan Pantura Jawa Tengah pada 9–12 Januari 2026. -Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan Pantai Utara Jawa Tengah yang berlaku mulai 9 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 12 Januari 2026.
Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Mas Semarang, Ganis Erutjahjo, mengatakan tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan, antara lain Perairan Kepulauan Karimunjawa bagian barat dan timur, Perairan Pekalongan–Kendal, Semarang–Demak, Jepara, serta Pati–Rembang.
“Secara umum kondisi cuaca di perairan Pantai Utara Jawa Tengah hingga Laut Jawa bagian tengah didominasi hujan ringan,” kata Ganis, Kamis, 8 Januari 2026.
BMKG mencatat angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 2 hingga 15 knot. Namun, khusus wilayah Perairan Pekalongan–Kendal serta Perairan Karimunjawa bagian barat, kecepatan angin berpotensi meningkat hingga 20 knot.
Kondisi tersebut menyebabkan gelombang laut berada pada kategori rendah hingga sedang. Gelombang rendah berkisar 0,5–1,25 meter, sedangkan gelombang sedang mencapai 1,25–2,5 meter. BMKG memperkirakan potensi gelombang sedang ini masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan.
BMKG mengimbau nelayan, khususnya nelayan kecil, untuk meningkatkan kewaspadaan karena kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan berisiko saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter, sementara kapal tongkang berisiko pada kecepatan angin 16 knot dan gelombang 1,5 meter.
Selain gelombang tinggi, BMKG juga mengingatkan potensi pasang air laut di wilayah Pantai Utara Jawa Tengah. Pasang diprediksi terjadi pada 16 hingga 23 Januari 2026 dan berpotensi menimbulkan banjir pesisir atau rob di sejumlah kawasan.
“Puncak pasang umumnya terjadi pada malam hari dengan ketinggian sekitar 1 meter dan potensi genangan 5 hingga 15 sentimeter,” ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas laut untuk terus memantau informasi cuaca maritim resmi guna mengantisipasi perubahan kondisi cuaca dan menjaga keselamatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

