Cuaca Panas Panggang Tegal hingga Akhir Oktober

Cuaca Panas Panggang Tegal hingga Akhir Oktober

PANAS MENYENGAT - Warga berolahraga di bawah cuaca panas yang menyengat di Alun-alun Tegal. BMKG Tegal memperkirakan cuaca panas akan melanda Tegal hingga akhir Oktober.Foto:K Anam S/diswayjateng.id--

TEGAL, diswayjateng.id - Cuaca panas yang menyengat beberapa hari terakhir dirasakan oleh warga Tegal dan sekitarnya. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tegal memperkirakan, kondisi tersebut akan berlangsung hingga akhir Oktober ini. Situasi ini dipengaruhi posisi gerak semu matahari yang sedang bergerak dari garis khatulistiwa (equator) menuju ke selatan equator, menyebabkan wilayah Jawa, termasuk Tegal, mendapat paparan sinar matahari lebih intens.

‎Di sisi lain, saat ini, Tegal masih berada dalam masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan. Pada masa ini, tutupan awan relatif sedikit, sehingga radiasi matahari langsung mengenai permukaan bumi. Meskipun sedang musim kemarau, kelembaban di Tegal juga relatif masih tinggi. Yaitu mencapai sekitar 80 %. Inilah yang juga membuat udara terasa gerah.

‎“Sehingga, udara terasa menyengat dan lembab,” kata Prakirawan BMKG Tegal Layla Isnaini kepada Radar Tegal.

‎Layla menyebut, pada siang hari cuaca terasa panas karena udara kering dan langit cerah, sementara potensi hujan tetap ada di sore atau malam hari. Sepanjang Oktober ini, BMKG Tegal mencatat suhu udara Tegal maksimal 34,7 derajat celcius. Cuaca panas ini masih dalam kategori normal. Cuaca panas dikatakan ekstrem apabila suhu udara di atas 3 derajat celcius dari rata-rata tahunan.

‎Di mana, rata-rata tahunan di Tegal yaitu 33 derajat celcius. “Apabila suhu udara mencapai 36 derajat celcius baru dikatakan ekstrem,” terang Layla. Meski demikian, cuaca panas ekstrem masih berpotensi terjadi di masa peralihan musim ini. “Saat tutupan awan relatif sedikit maka berpotensi. Suhu akan semakin turun seiring memasuki awal musim penghujan,” terang Layla lebih lanjut.

BACA JUGA:BMKG Tegal Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem

BACA JUGA:BMKG Waspadai Rob Akhir Mei 2025, Dampak Supermoon dan Hujan Lebat Saat Pancaroba

‎Akibat cuaca panas yang berkepanjangan, Layla mengungkapkan, dapat mengingatkan potensi kerawanan kebakaran hutan atau lahan. Di sisi lain, banyaknya debu juga berdampak terhadap kualitas udara. Karena itu, semua pihak perlu mewaspadainya. Untuk awal musim penghujan di Tegal sendiri, BMKG Tegal memprediksi akan terjadi pada Oktober dasarian tiga atau akhir Oktober mendatang.

‎Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dan mengurangi risiko dampak cuaca panas yang menyengat seperti ini. BMKG Tegal mengimbau masyarakat menggunakan pelindung kulit dan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan, menghindari paparan langsung sinar matahari, terutama pada siang hari. Selain itu, jangan melakukan pembakaran sampah atau membuang puntung rokok sembarangan.
‎Kemudian, menggunakan air bersih secara bijak dan manfaatkan waktu untuk memperbaiki saluran air selama musim kemarau. “BMKG Tegal aktif memberikan peringatan dini cuaca agar dapat dijadikan modal awal untuk mitigasi bencana,” imbuh Layla.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait