Bule asal Amerika Serikat Kunjungi Grobogan, Kepincut Tawu Sendang di Desa Ngombak
KUNJUNGAN: Bule perempuan asal Amerika Serikat, Hannah Covington saat berkunjung ke Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. (Dok. Pribadi Inayati)--
GROBOGAN, diswayjateng.com - Warga Negara Asing (WNA) atau bule asal dari Amerika Serikat, Hannah Covington berkunjung ke Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten GROBOGAN, Jawa Tengah, baru-baru ini.
Pegiat literasi desa setempat, Inayati, pun mendampingi Hannah sepanjang kunjungannya di Desa Ngombak. Ia menyebut bahwa bule asal Mississipi itu kepincut budaya Desa Ngombak, yaitu Tawu Sendang, di mana warga ramai-ramai membersihkan mata air.
”Dia tahu ada Tawu Sendang di sini dari teman saya di komunitas seni di Salatiga. Kemudian karena penasaran, Hannah benar-benar ke sini,” ujarnya.
Inayati yang juga pengelola Taman Baca Merti Lestari ini menyampaikan Hannah sedang mempelajari budaya dan bahasa Indonesia, bahkan sudah berada di Tanah Air hampir setahun.
"Di Indonesia, tinggal dua bulan lagi. Dia belajar bahasa dan budaya di sini. Kebetulan saya pengelola taman baca dan dia juga sangat antusias, malah ternyata kutu buku,” lanjutnya.
BACA JUGA:Pemkab Grobogan Belum Terapkan Upah Minimum Sektoral, Ini Alasannya
BACA JUGA:Penumpang Kereta Api di stasiun wilayah Grobogan Naik 36,5 Persen Selama Libur Nataru 2025/2026
Inayati membeberkan Hannah heran di desa pelosok ada taman baca dengan buku yang berasal dari Perpustakaan Nasional. Menurutnya, hal itu sesuatu yang mengagumkan. Dengan bahasa Indonesia yang terbatas ia pun banyak berkomunikasi dengan warga. Bahkan juga meminjam buku.
”Karena di tengah desa seperti itu ada buku-buku yang lengkap, apalagi buku dari Perpusnas. Karena keterbatasan bahasa, dia juga pinjam buku yang cerita pendek untuk mudah dipahami,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Inayati menyampaikan, karena ketertarikan, bahkan Hannah berencana membikin agenda khusus di taman baca Merti Lestari beberapa waktu ke depan. Ia ingin membantunya mengajari anak-anak Desa Ngombak antara 3 sampai 4 kali pertemuan jika masih di Indonesia.
”Kunjungan tak terduga ini bikin saya lebih semangat lagi untuk memajukan desa dengan literasi,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
