Inisiasi dan Kontribusi Pengembangan Serat Nanas, KPwBI Tegal Terima Apresiasi KemenUMKM RI

Inisiasi dan Kontribusi Pengembangan Serat Nanas, KPwBI Tegal Terima Apresiasi KemenUMKM RI

SERAT NANAS - Serat nanas yang telah diproduksi oleh kelompok tani Baskara Witana Karya siap dikirim.--

PEMALANG, diswayjateng.com - Kelompok Tani Baskara Witana Karya di Desa Beluk RT 19 RW 05, Kecamatan Belik, Kabupaten PEMALANG, menjadi contoh sukses usaha rintisan Kementerian UMKM dan PT Rajasa Bersama Indonesia (off-taker produksi dan pemasaran) di tahun 2024, dalam rangka pengembangan hilirisasi UMKM serat nanas di Kabupaten PEMALANG

Kesuksesan tersebut tidak lepas dari peran KPwBI Tegal, dan diberikan apresiasi dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KemenUMKM) RI, dalam kegiatan PRABU (Produk Anak Bangsa Unggulan) Expo, yang diselenggarakan di Gedung SMESCO Convention Hall, Jakarta.

Pemberian apresiasi diberikan oleh Helvi Moraza, Wamen KemenUMKM RI, disaksikan oleh Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. KPwBI Tegal merupakan satu-satunya KPwBI yang menerima apresiasi dari KemenUMKM RI

Pemberian apresiasi diberikan atas inisiasi dan kontribusi Bank Indonesia Tegal, dalam pengembangan UMKM hijau melalui kegiatan pendampingan, fasilitasi pelatihan, serta pemberian sarana dan prasarana produksi, kepada Kelompok Baskara Witana Karya di Kabupaten Pemalang. 

BACA JUGA:Success Story UMKM Binaan BI Tegal, Batik Metaflora Pekalongan inovasi dari Canting ke AI

BACA JUGA:Produk Sapu Rayung Watukumpul Binaan KPwBI Tegal Sukses Ekspor ke Luar Negeri

KPwBI Tegal memfasilitasi pertemuan antara PT Rajasa Bersama Indonesia dan Kelompok Tani Baskara Witana Karya, untuk memberikan pelatihan terkait pengolahan serat nanas.

Selain itu, KPwBI Tegal juga mendorong terbentuknya kemitraan berkelanjutan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama, di mana PT Rajasa Bersama Indonesia bertindak sebagai off-taker dalam pemasaran serat nanas.

Menurut Imamudin, ketua kelompok tani Baskara Witana Karya, Kecamatan Belik merupakan sentra produksi nanas di Jawa Tengah, dengan potensi produksi mencapai 314.600 ton/tahun dari 16.500 hektar lahan perkebunan nanas. 

Produksi nanas yang melimpah di Kecamatan Belik, menghasilkan limbah daun nanas, yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku tekstil, dalam hal ini serat nanas yang menjadi bagian dari produk hijau ramah lingkungan.

BACA JUGA:Pertanian Pemalang Diperkuat, Pemkab Tebar Bibit Padi Unggul di 120 Hektar Lahan

BACA JUGA:Batang Nusantara Expo 2025 jadi Etalase Warga Binaan, Lapas Batang Jual Maket hingga Telur

Imamudin menuturkan, Bank Indonesia berperan penting dalam pengembangan produksi serat nanas, selain memberikan bantuan berupa mesin produksi, juga pelatihan, pendampingan dengan penuh tanggungjawab. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait