Pemkab Grobogan Serahkan SK Pensiun kepada 74 PNS, Ini Pesan Wabup Sugeng

Pemkab Grobogan Serahkan SK Pensiun kepada 74 PNS, Ini Pesan Wabup Sugeng

SK PENSIUN: Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Grobogan, Sugeng Prasetyo menyerahkan SK Pensiun secara simbolis kepada 74 PNS di Pendapa Bupati, baru-baru ini. (Dok. Protkompim Setda Grobogan)--

GROBOGAN, diswayjateng.com - Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Grobogan, Padma Saputra menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada 74 Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Terbanyak dari jabatan fungsional 52 orang, lalu pelaksana 17 orang, struktural 5 orang," jelasnya, Rabu (24/12/2025).

Padma menyampaikan, maksud dari penyerahan SK Pensiun adalah sebagai wujud perhatian serta penghargaan Pemkab Grobogan terhadap PNS yang memasuki purna tugas, baik atas dedikasi, loyalitas, atau pengabdiannya selama bertahun-tahun. 

"Juga untuk memberi kepastian atas pengurusan jaminan hari tua dan hak-hak pensiun," imbuhnya.

SK Pensiun tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati (Wabup) Grobogan, Sugeng Prasetyo, di Pendopo Bupati, baru-baru ini. Dalam kesempatan itu, Wabup Sugeng menyampaikan bahwa perjalanan karier seorang PNS dimulai saat diangkat sebagai CPNS, berkarir menjadi PNS sampai akhirnya pensiun.

"Ini merupakan siklus alamiah yang akan dilalui oleh setiap PNS. Pensiun bukan berarti berhenti berkontribusi, tetapi justru menjadi peluang untuk memberikan manfaat yang lebih luas lagi di luar lingkungan kerja formal." ujarnya.

Wabup Sugeng menyebutkan, masa pensiun itu waktu yang tepat untuk lebih memperhatikan kesehatan fisik dan mental, karena kesehatan adalah modal utama menjalani kehidupan yang bahagia dan produktif.

"Pensiun bukan akhir dari pengabdian, melainkan awal dari sebuah perjalanan baru, masa di mana dapat menikmati hasil dari kerja keras puluhan tahun," imbuhnya.

Wabup Sugeng meyakini, meskipun secara resmi telah memasuki purna tugas, namun semangat pengabdian tetap hidup di dalam hati. Ia berharap pengalaman dan kearifan yang telah dimiliki, bisa terus bermanfaat, di keluarga atau masyarakat.

"Meski tidak terikat lagi secara kedinasan, saya berharap agar tetap memberikan sumbangan pemikiran dan mencurahkan kreatifitas melalui karya nyata di tengah masyarakat," pesannya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: