Pabrik Kerupuk di Adiwerna Kabupaten Tegal Ludes Terbakar
ASESMEN - Tim gabungan saat melakukan asesmen pabrik kerupuk yang terbakar di Desa Harjosari Lor, Kecamatan Adiwerna.Foto:Yeri Noveli/diswayjateng.id--
SLAWI, diswayjateng.id – Warga Desa Harjosari Lor, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal dikejutkan dengan kobaran api besar yang melahap sebuah bangunan home industri kerupuk. Api dengan cepat membesar dari area tungku pemanas hingga meludeskan gudang bahan baku produksi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran Kabupaten Tegal Suwitno, mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 19.03 WIB dari warga setempat.
Setelah menerima laporan, armada dan personel Damkar Pos Adiwerna 2 langsung meluncur ke lokasi kejadian di RT 05 RW 01 Desa Harjosari Lor untuk melakukan penanganan.
“Setiba di lokasi, api sudah membesar di area tungku pemanas dan menjalar ke gudang bahan baku. Tim langsung melakukan upaya pemadaman dibantu warga sekitar,” ungkap Suwitno.
BACA JUGA:PMI Kabupaten Tegal Bantu Warga Desa Babakan yang Rumahnya Terbakar
BACA JUGA:Diduga Korsleting Listrik, Warung Makan di Kabupaten Pemalang Terbakar
Menurut keterangan saksi, api pertama kali muncul dari tungku ketel produksi kerupuk yang diduga lupa dimatikan usai digunakan. Dalam hitungan menit, nyala api berubah menjadi kobaran besar yang membakar seluruh dapur produksi.
Petugas Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 19.20 WIB dan langsung berjibaku memadamkan api bersama warga, anggota Polsek dan Koramil Adiwerna, serta petugas BPBD dan PMI Kabupaten Tegal. Setelah dua jam berjuang, api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 21.30 WIB.
Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal, Sunarto, yang turun langsung ke lapangan, menyampaikan hasil asesmen sementara.
"Dapur produksi kerupuk milik Taryo, 60, ludes terbakar. Saat ini kerugian masih dalam pendataan. Kebutuhan mendesak bagi keluarga terdampak adalah terpal untuk menutup bagian bangunan yang rusak,” jelasnya.
Hingga Jumat pagi, tim gabungan masih melakukan pendinginan dan pendataan kerusakan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Warga sekitar berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi pelaku usaha rumahan agar lebih berhati-hati dan memastikan peralatan produksi dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: