Waspada Jajan Sembarangan! Obesitas Mengintai Anak Sekolah di Kabupaten Tegal ‎

Waspada Jajan Sembarangan! Obesitas Mengintai Anak Sekolah di Kabupaten Tegal ‎

WAWANCARA - Kepala Bidang UKM dan UKP Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal, dr. Sarmanah Adi Muraeny, saat diwawancara wartawan ihwal obesitas anak.Foto: Yeri Noveli/diswayjateng.id--

SLAWI, diswayjateng.id – Deretan jajanan berwarna-warni yang tersaji di depan sekolah kerap menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak saat jam istirahat. Mulai dari minuman manis, gorengan, hingga camilan instan dengan rasa beragam, semuanya tampak menggoda. 

Namun di balik kelezatan tersebut, tersimpan ancaman kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh. Salah satunya adalah obesitas, yang kini mulai banyak ditemukan pada anak usia sekolah dasar di Kabupaten Tegal.

Kepala Bidang Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Usaha Kesehatan Perorangan (UKP) Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dr. Sarmanah Adi Muraeny, mengingatkan pentingnya kewaspadaan dari orang tua dan pihak sekolah terhadap pola makan anak. Ia menegaskan bahwa kebiasaan jajan sembarangan menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kasus obesitas pada anak.

“Sehat dimulai dari diri sendiri. Anak-anak sebaiknya membawa bekal dari rumah yang terjamin kebersihan dan gizinya. Dengan begitu, mereka tidak tergoda membeli makanan yang belum tentu sehat atau bahkan berisiko bagi tubuh,” ujar Sarmanah.

BACA JUGA:‎IKM Dinkes Kabupaten Tegal Capai Nilai 83, Bukti Pelayanan Kesehatan Kian Profesional dan Responsif

BACA JUGA:Tingkatkan Kompetensi Kader, Dinkes Kabupaten Tegal Genjot Pelatihan Digital Posyandu ‎

Menurutnya, sebagian besar jajanan yang dijual di sekitar lingkungan sekolah cenderung mengandung kadar gula, garam, dan lemak yang tinggi. Tak hanya itu, beberapa di antaranya juga menggunakan pewarna serta pengawet buatan yang jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

“Jika dikonsumsi terus-menerus, makanan seperti itu bisa menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh, gangguan metabolisme, hingga akhirnya berujung pada obesitas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sarmanah menekankan bahwa obesitas pada anak bukan sekadar masalah penampilan. Dampaknya jauh lebih luas, mulai dari menurunnya rasa percaya diri hingga meningkatnya risiko penyakit serius di usia dini.

“Anak yang mengalami obesitas berpotensi lebih besar terkena penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, bahkan gangguan jantung. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal terus menggencarkan edukasi terkait gizi seimbang ke sekolah-sekolah. Program ini bertujuan mengenalkan kepada anak-anak pentingnya pola makan sehat dengan komposisi yang tepat, yakni karbohidrat, protein, sayur, dan buah dalam porsi seimbang.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat. Jangan sampai jajanan yang tampak menarik justru menjadi sumber penyakit bagi anak,” tambahnya.

Selain itu, peran orang tua juga dinilai sangat krusial dalam membentuk kebiasaan hidup sehat anak sejak dini. Orang tua diharapkan tidak hanya memperhatikan asupan makanan, tetapi juga mengawasi aktivitas harian anak.

Sarmanah mengingatkan bahwa gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik menjadi salah satu faktor pendukung meningkatnya angka obesitas. Kebiasaan anak yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget dibandingkan bermain di luar ruangan turut memperparah kondisi tersebut.

“Kalau anak banyak duduk, main gadget terus, dan kurang aktivitas fisik, risiko obesitas makin tinggi. Jadi keseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas fisik itu kunci utamanya,” ungkapnya.

Ia pun mendorong agar anak-anak lebih aktif bergerak, baik melalui permainan tradisional, olahraga ringan, maupun kegiatan luar ruangan lainnya yang menyenangkan.

Di tengah maraknya jajanan instan dan makanan cepat saji, kesadaran untuk menjaga pola hidup sehat menjadi benteng utama dalam mencegah obesitas sejak dini. Kebiasaan sederhana seperti membawa bekal dari rumah, memilih makanan bergizi, serta membatasi konsumsi jajanan sembarangan bisa menjadi langkah awal yang efektif.

“Mulai dari hal kecil. Karena kesehatan anak adalah investasi masa depan. Sehat itu tidak instan, tapi harus dibiasakan,” tandas Sarmanah.

 

Dengan komitmen bersama, diharapkan anak-anak di Kabupaten Tegal dapat tumbuh sehat, aktif, dan terbebas dari ancaman obesitas yang kini kian mengkhawatirkan. (adv)


 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: