Dinas Dikbud Kabupaten Tegal Gelar Pelatihan Mendalam bagi Kepala Sekolah dan Guru
SUPPORT - Plt Kepala Dinas Dikbuyd memebri motifasi pada pelatihan mendalam guru dan kepala sekolah.Foto:Hermas Purwadi/diswayjateng.id --
SLAWI, diswayjateng.id - Berangkat dari perubahan masa depan yang sulit diprediksi, dan permasalahan mutu pendidikan terkait literasi, numerasi dan keterampilan berpikir tingkat tinggi, serta ketimpangan pendidikan, menjadi latar belakang Dinas Dikbud menggelar pelatihan mendalam bagi kepala sekolah dan guru.
Plt Kepala Dinas Dikbud, Winarto SE MM berkesempatan membuka secara langsung kegiatan , Rabu ( 8/10/2025) .
" Permbelajaran mendalam diperiukan untuk melengkapi pendekatan pembelajaran dengan menambah karakteristik praktik pedagogi. Didalamnya ada berkesadaran, pemanfaatan teknologi digital, memuliakan, dan multi interdisiplin pengetahuan," ujarnya.
Pihaknya menegaskan bahwa pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan mengembangkan melalui pola pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga secara holistik dan terpadu.
" Disini dalam penerapan pembelajaran mendalam, semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat, dan nilai - nilai kemanusiaan,," cetusnya.
Dimana pembejalaran mendalam dituntut berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Disini peran pemerintah mengapdosi kebijakan pusat ditingkat lokal, menyediakan anggaran dan koordinasi pelaksanaan, membentuk tim pelaksana dan melakukan monitoring serta evalausi.
BACA JUGA:Dinas Dikbud Kabupaten Tegal Sosialisasi dan Koordinasi Sulinjar
BACA JUGA:Dinas Dikbud Kabupaten Tegal Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu Jenjang SD
" Selain diharapkan bisa meningkatkan kompetensi pedagogis guru dan kepala sekolah, pelatihan mendalam ini dapat mendorong pembelajaran yang bermakna dan kontektual, serta meningkatkan mutu dan daya saing sekolah di Kabupaten Tegal, " ungkapnya.
Pihasknya tak menampik adanya tantangan dan hambatan terkait keterbatansan anggaran dan infrastruktur, ketersediaan nara sumber hingga pelatih, dan monitoriong evaluiasi hasil pelatihan. Strategi pun disusun terkait alokasi anggaran khusus ( APBD) , pelibatan perguruan tinggi dan lembaga pelatihan, hingga penguatan sistem monev dan penghargaan bagi guru inovatif. " Indikator keberhasilan dapat dilihat dari jumlah peserta yang tersertifikasi, praktik pembelajaran yang lebih baik, peningkatan hasil belajar siswa, hingga observasi kelas dan survei.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
