Bendung Danawarih Kabupaten Tegal Direncanakan Dibuka Awal September 2025
PASANG SELANG - Langkah BPBD mengalirkan air dari sumber bendung Danawarih untuk memenuhi kebutuhan air warga selama proses revitalisasi.Foto:Hermas Purwadi/diswayjateng.id--
SLAWI, diswayjateng.id - Revitalisasi Bendung Danawarih telah rampung pada 28 Agustus 2025. Sesuai rencana, di tanggal 5 September 2025 mendatang aliran air di bendungan tersebut akan dibuka kembali.
Plt Kalak BPBD Kabupaten Tegal M Afifudin menyatakan, saat ini paska selesainya pengerjaan di saluran induk, butuh waktu untuk proses pematangan beton.
Dari hasil koordinasi lapangan direncanakan 5 September 2025 bendungan tersebut akan dibuka. "Selama 2 bulan proses pengerjaan, dropping air sampai hari ini sudah tersalurkan 1.350.000 liter," ujarnya Kamis (28/8/2025).
Dropping air tersebut untuk memenuhi kebutuhan awarga yang berdiam di Desa Danawarih, Lebaksiu Kidul, Timbangreja, Wringin Jengot dan Yamansari yang terdampak krisis air selama pengerjaan revitalisasi bendung Danawarih.
BACA JUGA:Warga Minta Revitalisasi Bendungan Danawarih Kabupaten Tegal Dipercepat
BACA JUGA:BPBD Kabupaten Tegal Rutinkan Dropping Air Bersih
"Tidak hanya dropping, BPBD juga melakukan pemasangan selang sepanjang 5 kilometer untuk mengalirkan air dari sumber bendung Danawarih," cetusnya.
Sodetan air melalui selang tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga yang berdiam di Desa Timbangreja, Danawarih dan Lebaksiu Kidul.
"Selang sudah terpasang selama 1 bulan terakhir. Dan untuk manfaat air minum telah diberikan kepada 88.243 jiwa," ungkapnya.
Serangkaian upaya perbaikan dan peningkatan pada Bendung Danawarih dilakukan untuk meningkatkan kapasitasnya.
BACA JUGA:BPBD Kabupaten Tegal Gelar Lomba Agustusan
BACA JUGA:BPBD Kabupaten Tegal Bentuk Unit Layanan Inklusi Disabilitas Penanggulangan Bencana
Memperbaiki kerusakan akibat usia dan banjir, serta mendukung program swasembada pangan dengan mengairi lahan pertanian yang lebih luas.
Proyek ini melibatkan perbaikan bendung, saluran induk, dan saluran tersier serta penataan kawasan.
Cakupan pekerjaan meliputi perbaikan infrastruktur pada bangunan bendung, saluran induk dan saluran tersier, perbaikan saluran bocor sekunder.
Serta panataan kawasan dengan merelokasi warung serta penataan lingkungan sekitar bendung sebagai bagian dari proyek revitalisasi. (adv)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

