DPRD Kabupaten Tegal Minta Bantuan 1.000 Bibit Pepaya Tidak Muspro

DPRD Kabupaten Tegal Minta Bantuan 1.000 Bibit Pepaya Tidak Muspro

WAWANCARA - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, A. Jafar, saat diwawancara awak media usai penyerahan bantuan 1.000 bibit pohon pepaya California di Desa Purbasana, Kecamatan Tarub.Foto: Yeri Noveli/diswayjateng.id ‎--

SLAWI, diswayjateng.id – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, A. Jafar, meminta agar bantuan 1.000 bibit pohon pepaya California. Yang diberikan kepada kelompok tani di Desa Purbasana, Kecamatan Tarub, tidak disia-siakan. Ia menegaskan bahwa program tersebut harus berkelanjutan dan tidak berhenti hanya pada kegiatan seremonial.

‎“Jangan sampai bantuan ini muspro. Harus ada keberlanjutan supaya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Jafar saat menghadiri penyerahan bantuan pertanian di Desa Purbasana.

‎Dalam kesempatan tersebut, Jafar hadir mewakili Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Wasbun Jauhara Khalim. Bantuan yang disalurkan meliputi 1.000 bibit pohon pepaya California, 2 unit traktor, dan 1 unit pompa air diesel. Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) setempat.

‎Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Nur Khafid Junaedi.

BACA JUGA:Puluhan Tenaga Kontrak Adukan Nasib ke DPRD Kabupaten Tegal

BACA JUGA:DPRD Kabupaten Tegal Usulkan Ranperda Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha ‎

‎Jafar menyampaikan bahwa penanaman pepaya tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung penyediaan bahan pangan untuk Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tegal.

‎“Pepaya ini sangat bagus untuk menyuplai dapur MBG. Ini bukan sekadar tanam pohon, tapi bagian pemberdayaan masyarakat dari hulu,” ujarnya.

‎Dia menyatakan, lahan seluas dua hektare di desa tersebut tak hanya akan ditanami pepaya, tapi juga pisang dan berbagai jenis sayuran. Desa Purbasana, kata dia, bisa menjadi contoh atau pilot project bagi desa-desa lain dalam mendukung program MBG.

‎"Kalau dapur MBG sudah berjalan, tentu butuh suplai bahan makanan secara konsisten. Maka, penanaman seperti ini perlu terus dijaga agar dapur MBG tidak kesulitan bahan makanan,” cetusnya.

BACA JUGA:Fraksi PKS DPRD Kabupaten Tegal Dorong Sinergi Penanggulangan Bencana

BACA JUGA:Anggota DPRD Kabupaten Tegal Soroti Masalah Penerimaan Murid Baru

‎Jafar menyebutkan, saat ini jumlah dapur MBG di Kabupaten Tegal sekitar 100 titik, baik yang sudah beroperasi maupun masih dalam proses perizinan. Ia berharap hasil panen pertanian dari Purbasana bisa langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur MBG atau dijual ke pasar demi meningkatkan kesejahteraan petani.

‎“Kalau panennya melimpah, bisa untuk konsumsi masyarakat sekaligus menambah penghasilan petani,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait