Kukuhkan Dua Guru Besar Baru, Komitmen UMK Dongkrak Kualitas Pendidikan Tinggi
Rektor UMK Prof Darsono berikan pesan tajam saat kukuhkan dua guru besar. -arief pramono/diswayjateng.id-
KUDUS, diswayjateng.id- Kehadiran Guru Besar di perguruan tinggi tidak sekedar berkutat di menara gading akademik saja. Namun intelektual organik ini harus juga menjejakkan kaki di bumi realitas sosial.
“Ia hadir sebagai solusi atas persoalan kemanusiaan, lingkungan, dan peradaban, ilmu yang dihasilkan harus berdaya guna, berbasis nilai dan menjangkau kehidupan nyata,” ujar Rektor Universitas Muria Kudus (UMK), Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si.
Pesan sangat tajam itu dikatakan Prof. Darsono, saat mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Endang Dewi Murrinie, M.P dan Prof. Dr. Ir. Sugeng Slamet, S.T., M.T., IPM sebagai guru besar di UMK. Seremonial pengukuhan kedua guru besar ini berlangsung di auditorium kampus UMK.
Di tengah perubahan zaman yang sangat cepat disrupsi teknologi, tantangan lingkungan, ketimpangan sosial dan arus globalisasi yang deras, kata Darsono, peran guru besar tidak lagi hanya sebagai ilmuwan yang mengembangkan pengetahuan.
“Namun juga sebagai pencerah dalam kegelapan, penuntun arah dalam kebingungan, dan pencipta dampak nyata bagi masyarakat,” tandas Darsono.
Menurut Darsono, Guru besar di Perguruan Tinggi hadir sebagai solusi atas persoalan kemanusiaan, lingkungan dan peradaban. Karena tu, ilmu yang dihasilkan harus berdaya guna, berbasis nilai dan menjangkau kehidupan nyata.
“Pengukuhan Guru Besar bukanlah sekadar seremoni akademik saja, melainkan momentum bersejarah menandai puncak pencapaian intelektual, integritas ilmiah dan pengabdian luar biasa dalam bidang keilmuan,” ucap Darsono pada Rabu sore (28/5/2025)
Lebih dari itu, kata Darsono, pengukuhan ini menjadi simbol tanggung jawab untuk terus mencerahkan peradaban. Serta memberi dampak yang luas bagi masyarakat, bangsa dan dunia.
“Tema dalam pengukuhan hari ini yakni ‘Guru Besar yang Mencerahkan Peradaban dan Berdampak’. Ini bukan sekadar retorika, tetapi merupakan panggilan etis dan akademik yang sangat relevan dengan peran perguruan tinggi saat ini,” tukas Darsono.
Untuk diketahui, UMK kembali mencatatkan sejarah penting dalam pengembangan sumber daya akademiknya. Yakni melalui pengukuhan dua Guru Besar dari dua bidang keilmuan berbeda.
Pengukuhan Guru Besar itu, menjadi momen istimewa yang menandai komitmen universitas swasta terbesar di wilayah Pantura Timur Jawa Tengah, dalam mendorong kualitas pendidikan tinggi dan penguatan tridarma perguruan tinggi.
Prof. Dr. Ir. Endang Dewi Murrinie, M.P ditetapkan sebagai Guru Besar dalam ranting ilmu/kepakaran Teknologi Benih Fakultas Pertanian UMK. Kemudian Prof. Dr. Ir. Sugeng Slamet, S.T., M.T., IPM, dalam ranting ilmu/kepakaran Material Maju Fakultas Teknik UMK.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Endang Dewi Murrinie, M.P. mengungkapkan, terdapat tiga misi yang terkait dengan pertanian yang tercantum dalam Asta Cita Kepemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pertama, kata Endang, yakni memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: