Grobogan Target Akhir Periode RPJMD Prevalensi Stunting Turun Menjadi 14,90 Persen, Ini Jurusnya

Grobogan Target Akhir Periode RPJMD Prevalensi Stunting Turun Menjadi 14,90 Persen, Ini Jurusnya

Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan Anang Armunanto (tengah). (Dok Protkompim Setda Grobogan)--

GROBOGAN, diswayjateng.id - Sekretaris Daerah (Sekda) GROBOGAN Anang Armunanto menyebut, target prevalensi stunting di GROBOGAN pada 2026 sebesar 17,65 persen. Kemudian, akhir periode RPJMD ditargetkan turun menjadi 14,90 persen.

"Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, pemerintah desa, maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya," jelasnya dalam Sinergi Penanganan dan Percepatan Penurunan Stunting di gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Purwodadi, baru-baru ini.

Anang memaparkan, dalam pembagian peran lintas sektor, Dinas Kesehatan bertanggung jawab mengoordinasikan intervensi spesifik bidang kesehatan. Lalu, Dinas Pangan, Dinas Pertanian, serta Dinas Peternakan dan Perikanan bisa mendukung ketersediaan pangan bergizi bagi keluarga sasaran.

Sedangkan Dinas Sosial, Dispermades, DP3AKB serta pemerintah kecamatan hingga desa berperan mendampingi keluarga, perlindungan sosial, maupun pengawasan program di lapangan.

BACA JUGA: Polres Grobogan Berhasil Ungkap Kasus Pembelian Celurit Panjang oleh Anak di Bawah Umur

BACA JUGA: Wabup Grobogan Akan Suspend atau Tutup Permanen Dapur MBG Kalau tidak Ada Pembenahan Setelah Monev

”Dukungan dari BUMD beserta Baznas melalui program bantuan sosial hingga pemenuhan gizi bagi kelompok yang membutuhkan, juga diperlukan untuk menyukseskan program ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Anang menyampaikan ada sebanyak 71.566 balita dari jumlah total 75.571 di wilayah Grobogan yang sudah mengikuti penimbangan dan pengukuran sampai Maret 2026 atau sekitar 94,7 persen.

Menurutnya, capaian tersebut penting sebagai dasar pemantauan tumbuh kembang anak sekaligus upaya deteksi dini persoalan gizi. Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa sebagian balita masih belum mengikuti penimbangan dan pengukuran secara rutin.

"Kami akan terus mendorong supaya dilakukan penguatan, pendampingan, dan juga memastikan setiap balita dapat terpantau pertumbuhan serta perkembangan kesehatannya," katanya.

BACA JUGA: Proper Siap Gulung ATS di Grobogan, 56 dari Total 119 Anak di Tiga Desa Siap Kembali Bersekolah

BACA JUGA: Rakor bersama BNNP Jateng, Lusi Paparkan Tiga Peran Penting DPRD Grobogan Dukung P4GN

Selain itu, Sekda Anang menyatakan, pihaknya juga akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan Posyandu dan Puskesmas. Termasuk penguatan kapasitas bagi para kader kesehatan serta pelaksanaan intervensi serentak sebagaimana arahan dari pemerintah pusat.

”Langkah itu mencakup pendataan ibu hamil hingga balita, pemberian vitamin dan suplemen sesuai standar, edukasi gizi hingga pencatatan dan pelaporan lebih tertib serta akurat,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait