Nelayan Tambak Lorok Usulkan SPBU Khusus, Kebutuhan Solar Melaut Capai 30 Liter per Hari
Nelayan Kampung Tambak Lorok, Semarang, meminta SPBU khusus nelayan kembali dihadirkan karena kebutuhan solar melaut mencapai 30 liter per hari.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.com - Kebutuhan bahan bakar untuk nelayan di Kampung Tambak Lorok, Kelurahan Tanjungmas, Kota Semarang, disebut masih bergantung pada pasokan dari SPBU Kaligawe karena fasilitas pengisian khusus nelayan di kawasan pesisir tersebut belum tersedia kembali. Kondisi itu dinilai membuat nelayan harus mencari pasokan solar ke luar wilayah saat akan melaut.
Permintaan agar SPBU khusus nelayan kembali dihadirkan di Tambak Lorok disampaikan para nelayan setempat menyusul tingginya kebutuhan solar untuk aktivitas penangkapan ikan setiap hari. Sebagian besar kapal nelayan di kawasan tersebut diketahui menggunakan mesin berkekuatan 23 PK dengan konsumsi bahan bakar minimal 30 liter untuk sekali melaut.
Aktivitas melaut nelayan Tambak Lorok juga disebut tetap berjalan meski kondisi musim dan cuaca laut berubah tidak menentu. Pada musim timur, hasil tangkapan cumi dan rajungan masih mendominasi tangkapan nelayan dengan nilai jual yang dinilai cukup membantu pendapatan harian.
“Dari nelayan Kampung Tambak Lorok sendiri diadakan SPBU supaya khusus untuk warga Tambak Lorok, jadi enggak ke sana-ke sana,” kata nelayan Tambak Lorok, Achmad Sujud yang akrab disapa Bapak Subur kepada Diswayjateng.id, Minggu 10 Mei 2026.
Menurutnya, hingga kini kebutuhan solar masih dipenuhi melalui kerja sama dengan SPBU Kaligawe. Ia menyebut sebelumnya sempat terdapat fasilitas pengisian bahan bakar milik AKR di kawasan tersebut, namun operasionalnya kini sudah berhenti.
“Kita sampai saat ini bekerja sama dengan SPBU Kaligawe. Dulu pernah ada AKR, tapi sekarang sudah tutup. Masalahnya kita juga enggak tahu,” ujarnya.
Konsumsi solar nelayan disebut mencapai sedikitnya 30 liter untuk satu kali perjalanan melaut. Kebutuhan itu digunakan kapal-kapal nelayan berukuran kecil dengan kapasitas di bawah 3 GT yang mendominasi kawasan Tambak Lorok.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


