Remaja Katolik Semarang Bawakan Teatrikal Jalan Salib Yesus di Karnaval Paskah 2025

Remaja Katolik Semarang Bawakan Teatrikal Jalan Salib Yesus di Karnaval Paskah 2025

Treatikal penyaliban Yesus digelar didepan Balai Kota Semarang pada karnaval Paskah, Jumat 23 Mei 2025.--Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, diswayjateng.id - Dengan membawa kayu berukuran besar berbentuk salib, Yesus diarak sembari dicabuk oleh prajurit Romawi dari Hotel Quest Prime hingga Balai Kota SEMARANG.

Dengan berlumuran darah, Yesus melangkah tertatih-tatih dengan ditemani Bunda Maria yang terus menangis.

Sesampainya di Balai Kota Semarang, dengan kondisi tersalib Yesus pencabukan terus dilakukan oleh prajurit Romawi. Setelah penyiksaan yang bertubi-tubi, akhirnya Yesus dilepaskan.

Sontak tangis Bunda Maria tak terbendung sembari membelai kepala Yesus dipangkuannya.

BACA JUGA:Perayaan Karnaval Paskah Kembali Digelar di Kota Semarang, Catat Rute dan Rangkaian Acaranya.

BACA JUGA:Pekan Suci Paskah 2025 Damai, Romo Petrus Apresiasi Toleransi Warga Demak

Aksi tersebut merupakan treatikal jalan salib yang dibawakan oleh para remaja dari 4 Gereja Katolik pada Karnaval Paskah 2025.

Setelah lama vakum dari 2016 lalu, akhirnya Karnaval Paskah kembali digelar pada 2025 sebagai meningkatkan toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Kota Semarang.

Menurut Wali Kota Semarang, Karnaval Paskah 2025 ini merupakan bentuk gotong royong dari kelompok Kristen dan Katolik di Kota Lumpia ini.

"Ini merupakan bentuk kerukunan beragama agar semakin meningkat. Beberapa komponen yang ada di Kota Semarang kita beri peran untuk bersama-sama membangun Kota Semarang," ujarnya Jumat 23 Mei 2025.

BACA JUGA:Kolaborasi BKGS dan UKSW, Ketua DPRD Salatiga: Paskah Penyintas Kematian, Manusia Hidup untuk Orang Lain

BACA JUGA:Pengamanan Jumat Agung dan Paskah, Polres Pekalongan Terjunkan Personel dan K9

Ia menambahkan, Karnaval Paskah 2025 ini terakhir diselenggarakan pada 2016 dan sempat vakum setelah wabah Covid 19. "Terakhir pada 2016 dan sempat vakum kan karena covid kemarin," terangnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait