Sikapi Angka Bebas Jentik Rendah, Dinkes Grobogan Distribusikan 1,5 Kg Abate ke Masyarakat
Sub Koordinator Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kabupaten Grobogan, Gunawan Cahyo Utomo. (Achmad Fazeri/diswayjateng.id)--
GROBOGAN, diswayjateng.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan mendistribusikan sebanyak 1.500 kilogram abate ke masyarakat, sebagai salah satu upaya menyikapi masih rendahnya Angka Bebas Jentik (ABJ) di sejumlah wilayah.
Hal itu disampaikan oleh Sub Koordinator Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kabupaten Grobogan, Gunawan Cahyo Utomo, di sela-sela kunjungannya ke Dapur Umum Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, pada Rabu (21 Mei 2025).
"Tahun 2024 lalu, capaian ABJ masih rendah antara 80 sampai 85 persen," ungkapnya.
Gunawan mengatakan pihaknya fokus memberi abate pada wilayah dengan capaian ABJ rendah. Adapun proses pendistribusian Abate dilakukan oleh para Juru Pemantau Jentik (jumantik). Yang mana Abate akan ditaburkan ke bak mandi dan tempat penampungan air.
"Setiap puskesmas rata-rata mampu mendistribusikan sekitar 20 kilogram," bebernya.
Gunawan menjelaskan, rendahnya ABJ mencerminkan masih kurangnya peran serta masyarakat dalam gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Padahal, Dinkes menargetkan angka ideal ABJ bisa mencapai minimal 95 persen.
"Kami masih membutuhkan upaya besar untuk menggugah kesadaran masyarakat agar aktif dalam program PSN. Tapi sayangnya, kesadaran masyarakat masih tergolong rendah," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: