Festival Memeden Gadhu 2025, Tradisi Warga Jepara Syukuri Hasil Panen
Festival Memeden Gadhu 2025, Desa Kepuk Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Ramesty Band Jepara, Yayasan Gamapetra Kepuk, festival budaya tradisional, Jumat Wage, upacara sedekah bumi, mengusir hantu Gadhu,-arief pramono/diswayjateng.id-
JEPARA, diswayjateng.id- Festival Memeden Gadhu 2025 di Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, dimeriahkan sederet hiburan menarik. Festival ini merupakan bagian dari upacara sedekah bumi dan ungkapan syukur atas hasil panen.
Kali ini, Ramesty Band Jepara diundang dalam Festival Memeden Gadhu 2025. Live perform musik yang dimainkan Ramesty Band sangat energik. Bahkan disela-sela music, disisipkan pesan persatuan dan issue -issue sosial.
Ada beberapa lagu yang dibawakan secara khusus. Yakni 'Ampuh-Ampuhan Tuhan dan lagu -lagu bergenre reggae lainnya. Total ada 20 lagu lebih yang dibawakan Ramesty Band di Festival Memeden Gadhu 2025 pada Selasa malam (6/5/2025)
"Kami sangat berbahagia dapat berkontribusi menghibur masyarakat Jepara, khususnya warga Desa Kepuk,” ujar Didin Jenggo, Pembina Ramesty Band Jepara.
Sementara itu, ketua Yayasan Gamapetra Kepuk, Sriyono menjelaskan, Festival Memeden Gadhu adalah sebuah festival budaya tradisional di Desa Kepuk Kecamatan Bangsri.
“Festival dilakukan setiap Jumat Wage bulan Apit penanggalan Jawa atau bulan Dzulqaidah penanggalan Hijriyah,” ujar Sriyono.
Menurut Sriyono, Festival ini merupakan bagian dari upacara sedekah bumi, sebagai ungkapan syukur atas hasil panen dan permohonan perlindungan dari hama dan bencana.
“Asal usul festival ini merupakan tradisi kuno petani yang berakar pada kepercayaan dan ritual tradisional,” terangnya.
Sriyono menyampaikan, 'Memeden Gadhu memiliki arti mengusir hantu Gadhu, yaitu hantu yang dipercaya sebagai penyebab hama dan penyakit pada tanaman.
Festival ini juga menjadi bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah, serta menjaga kearifan lokal dan mengusir hama tani secara ramah lingkungan.
"Festival ini menjadi simbol persatuan, rasa syukur dan upaya pelestarian budaya serta kearifan lokal." pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: