Sam’ani Targetkan Kudus Surplus Gabah dan Swasembada Pangan

Bupati Sam'ani hadiri panen di Desa Tenggeles Mejobo Kudus-arief pramono/diswayjateng.id-
KUDUS, diswayjateng.id– Hasil panen raya musim tanam pertama di Kabupaten KUDUS diperkirakan surplus lebih dari 100 ton gabah. Yang menggembirakan, 10 persen hasil panen petani di Kota Kretek akan diserap oleh Bulog.
Karena itu, Bupati Kudus Samani Intakoris meminta Dinas Pertanian Kudus benar-benar menghitung hasil panen di kabupaten setempat. Termasuk juga hasil gabah dan beras petani Kudus yang telah dikulak ke wilayah lain.
"Alhamdulillah hasil panen diperkirakan surplus. Nanti 10 persen diserap Bulog. Mohon dinas terkait dihitung lagi hasil panen murni Kabupaten Kudus," ujar Bupati Kudus Sam'ani saat menghadiri panen raya perdana musim tanam 1 (MT1) di Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Jumat (7/3/2025).
Keberhasilan panen raya di Kudus, kata Sam'ani, juga dari hasil kerja keras para petani, salah satunya Kelompok Tani (Poktan) Sabar Subur di Desa Tenggeles.
Kehadiran Sam’ani bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton di Kecamatan Mejobo ini, merupakan lanjutan dari panen serupa di Kecamataan Undaan dan Kaliwungu. Kemudian berlanjut di wilayah Jekulo.
Sam’ani pun berani mematok target swasembada pangan surplus di Kudus dapat tercapai. Karena itu, petani juga diminta mempertimbangkan komoditas yang ditanam setiap masa panen.
“Biasanya dari masa tanam 1 sampai masa tanam 3, sirkulasi bibit penyakit masih jalan. Kami sarankan bisa diputus masa tanam ketiga dengan palawija," pinta Sam’ani.
Tak hanya itu, Sam’ani juga mendorong petani untuk modernisasi pertanian. Yakni menggunakan alat mesin pertanian (Alsintan) modern seperti combine harvester, alat tanam, dan drone.
Dengan alsintan modern, imbuh Sam’ani, hasil panen lebih terukur dan cepat. Satu kotak lahan pertanian bisa menghasilkan satu setengah ton gabah.
“Alat pertanian modern menjadi solusi atas keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian dan efektifitas menanam di Kabupaten Kudus,” tukas Sam’ani.
Di sisi lain, Wabup Kudus Bellinda lebih menyoroti pentingnya regenerasi petani di sektor pertanian. Saat ini, jumlah petani muda di Kudus masih sangat minim, sehingga perlu upaya serius meningkatkan minat generasi milenial bidang pertanian.
“Saat ini, petani milenial di Kudus baru ada sekitar 25 orang. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) kita bersama untuk meningkatkan jumlahnya,” ujar Bellinda.
Ia menekankan bahwa mayoritas petani saat ini berusia di atas 50 tahun, sehingga regenerasi menjadi kebutuhan mendesak. Bahkan realitas saat ini, banyak orang tua cenderung tidak ingin anak-anak mereka menjadi petani.
“Orang tua zaman sekarang ingin anaknya bekerja di sektor lain, bukan bertani. Nah, tugas kita adalah bagaimana caranya menarik minat anak muda untuk terjun ke pertanian,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: