Kemendidasmen Kampanyekan SPMB PAUD Ramah Murid di Kudus
Mendikdasmen Abdul Mu'ti membaur bersama murid di TK 'Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain Kudus. --
Karena itu, Kemendidasmen memasukkan PAUD ke dalam program Wajib Belajar 13 Tahun. Sekaligus memperluas dukungan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) bagi peserta didik TK dari keluarga sasaran serta peningkatan kompetensi guru PAUD.
Abdul Mu'ti juga mengingatkan,.agar satuan pendidikan tidak membebani anak dengan tuntutan akademik yang belum sesuai tahap perkembangannya.
“Jangan membebani anak-anak TK dengan tuntutan akademik yang berlebihan," pintanya.
Menurut Mu'ti, pendidikan di usia dini adalah ruang bagi anak untuk bermain, bersosialisasi, membangun rasa percaya diri. Selain itu, melatih motorik, menanamkan kebiasaan baik dan membangun karakter.
Semangat tersebut diterapkan dalam pelaksanaan SPMB di TK 'Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain Kudus.
Kepala TK 'Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain Kudus, Ami.mengatakan, seluruh informasi pendaftaran disampaikan secara terbuka dam menjadi ruang membangun kemitraan dengan orang tua.
"Kami ingin memastikan setiap orang tua memahami sejak awal visi sekolah, kurikulum, hingga pola kolaborasi yang akan dibangun. TK bukan tempat berlomba agar anak cepat bisa membaca, tetapi tempat membangun fondasi akhlak, karakter, dan kesiapan belajar," jelas Ami.
Ketua Panitia SPMB TK 'Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain Kudus, Lelly menambahkan, layanan pendaftaran dibuat fleksibel melalui layanan langsung, daring dan WhatsApp agar orang tua merasa nyaman sejak awal.
"Target kami sederhana, orang tua merasa tenang saat mendaftarkan anaknya. Karena itu kami menyediakan berbagai jalur komunikasi, mendampingi selama proses pendaftaran, dan memastikan setiap berkas diverifikasi secara teliti," tambahnya.
Untuk diketahui, pelaksanaan SPMB PAUD yang ramah menunjukkan bahwa proses penerimaan murid baru bukan hanya proses administrasi.
Lebih dari itu, SPMB menjadi langkah awal membangun kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah untuk menumbuhkan karakter, kemandirian, serta kecintaan anak terhadap belajar.
Bagi anak usia dini, pengalaman belajar menjadi lebih bermakna dan menyenangkan jika dikenalkan lewat permainan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

