Uji Coba Lawan Tim Liga 2, Sepak Bola Porprov Kota Semarang Matangkan Target Emas 2026

Uji Coba Lawan Tim Liga 2, Sepak Bola Porprov Kota Semarang Matangkan Target Emas 2026

Tim sepak bola Porprov Kota Semarang membidik medali emas Porprov Jawa Tengah 2026. Persiapan lebih dari setahun, uji coba melawan klub Liga 2,-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

Sistem promosi dan degradasi menjadi salah satu strategi yang diterapkan Dhofir dalam menentukan komposisi skuad. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kondisi fisik, mental, kemampuan taktik hingga kebutuhan tim dalam menghadapi pertandingan. 

Ia menegaskan, pergantian pemain bukan dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan pertimbangan teknis yang diperoleh selama proses latihan dan evaluasi.

"Kenapa saya menerapkan sistem promosi dan degradasi? Bukan karena saya punya otoritas kemudian seenaknya mengganti pemain. Tidak. Pasti semuanya berdasarkan alasan teknis," jelasnya. 

Kondisi kebugaran pemain juga menjadi perhatian tim pelatih. Dhofir tidak ingin memaksakan pemain yang mengalami cedera untuk kembali bertanding sebelum kondisinya memungkinkan. 

"Kalau memang ada pemain yang cedera, tidak mungkin saya memaksakan anak-anak yang cedera. Justru saya akan membunuh kariernya ke depan kalau saya paksakan," ucap Dhofir. 

Selain mengevaluasi kekuatan internal, tim pelatih telah memetakan sejumlah daerah yang dinilai perlu diwaspadai dalam persaingan Porprov Jawa Tengah 2026. Ketiganya adalah Tegal, Solo Raya, dan Banyumas. 

"Jelas saya masih mewaspadai juara tahun lalu, Tegal. Kemudian yang kedua Solo Raya. Mau tidak mau, talenta-talenta mereka juga cukup perlu diwaspadai. Yang ketiga Banyumas," tandasnya. 

PSSI Semarang Perkuat Pembinaan dan Regenerasi Pemain 

Ketua PSSI Kota Semarang, Anton Nikijuluw, mengatakan persiapan tim telah berlangsung lebih dari satu tahun melalui proses seleksi, pembentukan skuad, serta evaluasi berkala bersama tim pelatih. 

Ia menyebut proses tersebut mendapat dukungan dari KONI Kota Semarang untuk membantu mempersiapkan tim menghadapi kompetisi tingkat provinsi. 

"Kalau untuk persiapan, alhamdulillah kami mendapat dukungan dari KONI Kota Semarang. Kami sudah kurang lebih satu tahun lebih melakukan pembentukan tim, mulai dari seleksi. Kemudian dari tim pelatih juga melakukan evaluasi-evaluasi. Jadi ada promosi dan degradasi," kata Anton. 

PSSI Kota Semarang juga menjalin koordinasi dengan klub-klub lokal yang selama ini menjadi bagian dari pembinaan pemain. Klub diharapkan terus mengembangkan kemampuan atlet sehingga tersedia pemain yang siap dipromosikan ketika tim membutuhkan tambahan kekuatan. 

"Kami juga meminta kepada klub-klub yang membina pemain-pemain ini untuk terus mengasah pemainnya. Jadi sewaktu-waktu ada potensi atau peluang untuk promosi, pemain yang bersangkutan sudah siap," ujarnya. 

Menurut Anton, kesempatan menjadi tuan rumah Porprov Jawa Tengah 2026 memberikan motivasi tambahan bagi skuad sepak bola Kota Semarang. Ia berharap persiapan yang telah dilakukan dapat berbuah medali emas. 

"Kalau dilihat dari sepak bola di Porprov sebelumnya, kami hanya bisa menjadi runner-up. Harapannya dengan motivasi dan persiapan yang cukup, kami bisa meraih emas," lanjut Anton. 

Dalam proses pembentukan skuad, PSSI Kota Semarang juga harus mengikuti ketentuan Porprov, termasuk persyaratan domisili pemain. Karena itu, tidak semua pemain yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan tim dapat direkrut apabila tidak memenuhi persyaratan yang berlaku. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait