Hasil Asesmen Dugaan Perundungan Siswa SD di Ungaran, Pelapor Tidak Akan Ajukan Tuntutan Materiil dan Pidana

Hasil Asesmen Dugaan Perundungan Siswa SD di Ungaran, Pelapor Tidak Akan Ajukan Tuntutan Materiil dan Pidana

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP M. Bodia Teja Lelana. Foto : Erna Yunus Basri--

UNGARAN, diswayjateng.id - Hasil pertemuan dan asesmen awal terkait penanganan dugaan perundungan seorang siswa di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Ungaran, Kabupaten Semarang, disampaikan terbuka kepada media oleh pihak berwenang. 

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP M. Bodia Teja Lelana mengatakan, pihak pelapor tidak akan mengajukan tuntutan materiil maupun pidana. 

"Asesmen awal terkait dugaan perundungan, pelapor tidak akan mengajukan tuntutan materiil maupun pidana," kata Kasat Reskrim. 

Pihak pelapor, lanjut Kasat Reskrim, juga berharap korban tetap dapat melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut, disertai peningkatan evaluasi dan pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku Pembacokan di Depan Kampus di Salatiga

BACA JUGA: Polres Semarang Dampingi Penanganan Kasus Dugaan Perundungan Seorang Siswa SD di Ungaran

Sementara itu, orang tua atau wali dari anak-anak yang terlibat menyampaikan harapan agar persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan. 

"Mereka juga menekankan pentingnya pengawasan yang lebih baik terhadap seluruh siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung," ujarnya. 

Kasat Reskrim menambahkan, Polres Semarang selanjutnya akan mengoordinasikan pertemuan lanjutan bersama para pihak dan dinas terkait. Koordinasi dengan DP3AKB juga akan dilakukan untuk mendukung pendampingan psikososial bagi anak yang membutuhkan.

"Sehingga penanganan tidak hanya berfokus pada penyelesaian permasalahan, tetapi juga pemulihan kondisi emosional anak," imbuhnya. 

BACA JUGA: Truk Muatan Biji Plastik Terguling di Tol KM 430.900 Beji Ungaran Timur

BACA JUGA: Ratusan Anggota PSHT Konvoi di Jalanan Protokol Ungaran, Jalur Semarang-Solo Tersendat

Terpisah, pihak yayasan dan sekolah menyampaikan telah mengambil sejumlah langkah penanganan setelah kejadian. 

Sebagai tindak lanjut, sekolah berencana menambah petugas keamanan yang berkeliling selama proses pembelajaran, meningkatkan jumlah kamera pengawas atau CCTV, serta membentuk tim pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait