Momen Haru Idulfitri di Lapas Semarang: 186 Napi Dapat Remisi, 1 Langsung Hirup Udara Bebas

Momen Haru Idulfitri di Lapas Semarang: 186 Napi Dapat Remisi, 1 Langsung Hirup Udara Bebas

Sebanyak 186 warga binaan Lapas Perempuan Semarang menerima remisi khusus Idulfitri 2026, dengan satu orang langsung bebas.-Dok. Lapas Perempuan Semarang-Wahyu Sulistiyawan

Selain itu, program serupa juga telah diberikan kepada anak binaan, di mana 1.104 anak memperoleh Pengurangan Masa Pidana (PMP) Khusus I dan 19 anak lainnya mendapatkan PMP Khusus II sehingga dapat langsung menghirup udara bebas. 

 

Data penerima remisi di Lapas Perempuan Semarang disebutkan menjadi bagian dari capaian nasional tersebut, yang menunjukkan pelaksanaan kebijakan pemasyarakatan berjalan secara serentak di berbagai daerah. 

 

Ditegaskan bahwa remisi tidak diberikan secara otomatis kepada seluruh warga binaan, melainkan hanya kepada mereka yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sesuai ketentuan yang berlaku dalam sistem pemasyarakatan. 

 

Ade Agustina menyampaikan bahwa warga binaan yang menerima remisi merupakan mereka yang telah menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pidana serta aktif mengikuti berbagai program pembinaan yang telah diselenggarakan oleh pihak lapas. 

 

“Remisi ini diharapkan dapat menjadi semangat baru bagi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat,” ujar Ade dalam keterangannya yang disampaikan usai kegiatan berlangsung. 

 

Momen pemberian remisi tersebut turut diwarnai suasana emosional yang dirasakan oleh sejumlah warga binaan, terutama bagi mereka yang telah lama menantikan pengurangan masa hukuman sebagai bentuk apresiasi atas perubahan sikap selama berada di dalam lapas. 

 

Salah satu warga binaan berinisial EL terlihat tidak mampu menahan air mata haru saat mengikuti prosesi tersebut, di mana rasa syukur dan kebahagiaan telah ditunjukkan setelah kesempatan memperoleh remisi akhirnya diberikan pada momen Idulfitri. 

 

Perasaan tersebut mencerminkan harapan baru yang mulai tumbuh, terutama bagi para warga binaan yang ingin memperbaiki kehidupan mereka setelah masa pidana selesai dijalani. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: