Parade Planet dan Gerhana Bulan 3 Maret, Astronom UIN Walisongo: Jangan Dikaitkan dengan Mitos Bencana
Fenomena parade planet 28 Februari 2026 berdekatan dengan gerhana bulan 3 Maret. Astronom UIN Walisongo tegaskan tak berkaitan dengan mitos bencana.-Starwalk Space-Wahyu Sulistiyawan
“Gerhana tetaplah gerhana yang secara ilmiah biasa saja. Memang ada interaksi gravitasi, tapi tidak signifikan untuk menimbulkan dampak luar biasa di Bumi,” katanya.
Ia menyebut, dalam siklus astronomi, planetary alignment dengan jumlah planet banyak tergolong jarang. Jika hanya melibatkan tiga atau empat planet, peristiwa serupa bisa terjadi dalam rentang 10–11 tahun. Namun, bila melibatkan lebih banyak planet sekaligus, bisa membutuhkan waktu sekitar 30 tahun untuk kembali terjadi dalam konfigurasi mirip.
“Ini menjadi menarik karena jumlah planet yang tampak cukup banyak dalam satu periode. Secara visual indah dan relatif jarang,” ujarnya.
Planetarium UIN Walisongo berencana menggelar pengamatan publik pada 3 Maret malam bertepatan dengan gerhana bulan. Selain itu, agenda pengamatan lanjutan juga direncanakan pada 19 Maret.
Anam berharap masyarakat memanfaatkan momen ini untuk belajar astronomi dan menikmati keindahan langit malam, bukan menyebarkan spekulasi yang tidak berdasar.
“Fenomena ini justru kesempatan edukasi. Yang paling nyata adalah keindahan visualnya. Selebihnya, secara ilmiah tidak ada dampak besar terhadap Bumi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
