67 Peserta Ikuti MIBA Batch 16, Dorong Masjid Modern dan Berdaya
MENGIKUTI-Sebanyak 67 peserta mengikuti peningkatan kapasitas pengurus dan aktivis masjid terus dilakukan melalui program Masjid Indonesia Berdaya Academy (MIBA) Batch #16 di Ow Guci, Villa Serenity Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu–Ahad, (3–4/10).--
TEGAL, diswayjateng.id - Upaya mewujudkan masjid yang modern, mandiri, dan berdaya, 67 peserta mengikuti program masjid Indonesia Berdaya Academy (MIBA) Batch #16. Mengusung tema “Mewujudkan masjid Modern dan Berdaya”, ini menjadi wadah peningkatan kapasitas bagi pengurus dan aktivis masjid agar mampu mengembangkan pengelolaan masjid yang profesional, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan berlangsung selama dua hari di Villa Serenity Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu–Ahad (3–4/10). Kegiatan tersebut diikuti dari berbagai daerah, di antaranya Yogyakarta, Semarang, Pekalongan, Bali, Pemalang, Tegal, Brebes, dan Slawi.
Panitia MIBA Batch #16, Nur Ma’arif, mengatakan, program ini dirancang khusus untuk membantu pengurus dan aktivis masjid meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan dalam mengoptimalkan potensi masjid di lingkungan masing-masing.
"Program ini ditujukan khusus bagi pengurus dan aktivis masjid yang ingin meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan dalam mengembangkan potensi masjid di lingkungan masing-masing," kata Nur Ma’arif.
BACA JUGA:Tembus 2 Ribu Lebih Transaksi per Bulan, BRILink Agen Kirana Perluas Inklusi Keuangan di Pedesaan
BACA JUGA:150 Hektare Terancam Gagal Panen, DPRD Tegal Ultimatum Perusahaan Kebun Pisang di Desa Kaliwungu
Menurutnya, masjid memiliki peran strategis yang tidak terbatas sebagai tempat pelaksanaan ibadah. Lebih dari itu, masjid dapat menjadi pusat pembinaan umat, penguatan solidaritas sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat apabila dikelola dengan baik dan berorientasi pada kebutuhan jamaah.
Melalui MIBA Batch #16, para peserta mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan, berbagi pengalaman, membangun jejaring antarpengelola masjid, serta mempelajari strategi praktis untuk mengembangkan program-program kemasjidan.
Nur Ma’arif berharap, kegiatan tersebut dapat mendorong lahirnya pengurus masjid yang memiliki visi pengembangan kelembagaan, mampu berinovasi, serta tanggap terhadap berbagai persoalan yang dihadapi jamaah dan masyarakat sekitar.
"Harapannya, masjid tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga mampu berperan sebagai pusat pemberdayaan umat dan penggerak kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
BACA JUGA:Rumah Sakit di Kota Tegal Penuh, Kadinkes Ungkap Dugaan Lonjakan Influenza A
BACA JUGA:Gandeng DLH Kota Tegal, SDN Keturen 1 Kukuhkan 36 Duta Adiwiyata
Dalam pelaksanaannya, peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas pendukung kegiatan, mulai dari konsumsi, materi pembelajaran, perlengkapan peserta, rompi, hingga kebutuhan penunjang lainnya. Salah satu program yang menjadi perhatian dalam MIBA Batch #16 adalah kesempatan memperoleh dana stimulans untuk pengembangan program masjid melalui skema Qardhul Hasan.
Skema Qardhul Hasan merupakan pembiayaan kebajikan yang pada prinsipnya tidak berorientasi pada keuntungan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi masjid untuk mengembangkan program pemberdayaan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi jamaah maupun masyarakat sekitar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
