Api Ngamuk di Sidakaton Tegal, Kabel WiFi Terbakar dan Pengendara Terancam
PEMADAMAN - Petugas Damkar berjibaku memadamkan api yang membakar lahan kosong di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Selasa (29/9/2026) malam.--
SLAWI, diswayjateng.id – Amukan si jago merah kembali membuat warga Kabupaten Tegal waswas. Kali ini, tanaman liar dan kering di lahan kosong di Jalan Inspeksi Bendungan Seng, Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, terbakar, Selasa (29/9/2026) malam. Kobaran api bahkan merembet hingga ke kabel WiFi yang berada di sekitar lokasi.
Kondisi tersebut sempat membahayakan pengguna jalan yang melintas, terutama pengendara sepeda motor.
Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal Agus Sukoco melalui Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Nawawi mengatakan, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tegal menerima laporan kejadian melalui Call Center 112 sekitar pukul 22.15 WIB.
Mendapat laporan tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 22.30 WIB, tim Damkar tiba dan segera melakukan pemadaman sekaligus pengendalian agar api tidak meluas.
BACA JUGA:Terpeleset Saat Ambil Air, Pemuda 19 Tahun Tenggelam di Irigasi Kebasen Banyumas
"Petugas langsung melakukan pemadaman dan pengendalian kebakaran. Api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman sekitar pukul 23.20 WIB," kata Nawawi.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kobaran api pertama kali terlihat setelah muncul kepulan asap dari lahan kosong yang dipenuhi tanaman liar dan kering.
Api kemudian membesar dan merembet ke arah kabel WiFi di tepi jalan tersebut. Kondisi itu membuat warga khawatir karena lokasi kebakaran berada di sisi jalan yang masih dilalui kendaraan.
Melihat api semakin membesar, saksi bersama warga sekitar berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
BACA JUGA:Dini Hari Mencekam! Rumah Warga Suradadi Dilalap Si Jago Merah
BACA JUGA:Si Jago Merah Mengamuk di SDN Kedungkelor 02 Tegal, Dua Ruang Kelas Ludes Dilalap Api
Beruntung, api berhasil dikendalikan sebelum merembet lebih luas. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Nawawi menyebut, dugaan sementara kebakaran dipicu faktor kelalaian manusia atau human error. Kemungkinan api berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi hingga merembet ke tanaman kering. Kemungkinan lainnya, terdapat puntung rokok yang masih menyala kemudian dibuang sembarangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
