Kejar Target 3.000 Pekerja, Daker Batang Jemput Bola ke Alumni SMK
Program Daker pemkab Batang jemput bola alumni SMK-ist-
Namun, pertumbuhan lapangan kerja juga diikuti dinamika perpindahan pekerja. Disnaker Batang mencermati adanya pekerja yang memilih mengundurkan diri atau resign setelah sebelumnya ditempatkan melalui program DAKER.
Suprapto menilai keputusan pekerja untuk resign tidak tepat jika seluruhnya disebut terjadi karena bosan. Berdasarkan pemantauan Disnaker, alasan pekerja keluar dari perusahaan lebih kompleks dan terbagi menjadi faktor internal serta eksternal.
“Jadi bukan karena dia bosan, tapi karena dia ingin mencari yang lebih nyaman, lebih baik,” ujarnya.
Dari sisi internal, pekerja terkadang memilih perusahaan lain karena mempertimbangkan pola kerja dan fasilitas yang dianggap lebih sesuai. Misalnya, pekerja melihat perusahaan lain menerapkan lima hari kerja, sementara tempatnya bekerja menerapkan enam hari.
Ada pula pekerja yang mempertimbangkan fasilitas tambahan seperti uang makan. Ketika mendapatkan informasi perusahaan lain menyediakan fasilitas tertentu yang belum diperolehnya, pekerja dapat memilih mencari tempat kerja yang dinilai lebih sesuai.
Faktor jarak tempat tinggal juga menjadi pertimbangan. Suprapto mencontohkan pekerja yang harus menempuh perjalanan sekitar satu jam dari tempat tinggal menuju kawasan industri Batang dapat memilih perusahaan lain yang jaraknya lebih dekat.
Selain persoalan jarak, kondisi lalu lintas dan waktu perjalanan juga ikut memengaruhi kenyamanan pekerja. Bahkan, keputusan pindah tempat kerja terkadang muncul setelah mendapat masukan dari keluarga.
Pekerja yang merasa terlalu jauh dari keluarga, misalnya, dapat didorong mencari pekerjaan yang lokasinya lebih dekat. Di sisi lain, keberadaan sejumlah pabrik baru di sekitar Batang juga membuka pilihan baru bagi pekerja.
BACA JUGA:Penerima Bansos Terindikasi Judol di Kendal Melonjak, Capai 6.242 Orang
BACA JUGA:Ancaman Algoritma Medsos, Kapolresta Batang Serukan Gen Z Peace
“Jadi dia resign itu mungkin diajak temannya pindah ke pabrik lainnya,” kata Suprapto.
Menurut dia, karakter pekerja memang menjadi salah satu faktor dalam keputusan bertahan atau berpindah.
Namun, faktor tersebut dinilai bukan penyebab dominan dibanding keinginan pekerja mendapatkan kondisi kerja yang dianggap lebih nyaman.
Kondisi itu menjadi perhatian Disnaker karena keberhasilan program DAKER tidak cukup hanya diukur dari banyaknya pencari kerja yang berhasil ditempatkan. Keberlanjutan pekerja bertahan di perusahaan juga menjadi tantangan dalam memastikan penempatan tenaga kerja benar-benar efektif.
Untuk mengejar target minimal 3.000 penempatan hingga akhir tahun, Disnaker Batang kini mengubah strategi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

