Dari Status WhatsApp, Pasangan Muda Batang Rintis Dimsum Online Didukung Transaksi BRImo
Pasangan muda asal Batang, bangun usaha Dimsum online dengan transaksi lewat BRIMO -ist-
Pilihan topping seperti mentai, saus tartar, keju, dan chili oil menjadi daya tarik tersendiri.
Harga yang ditawarkan juga masih terjangkau kalangan anak muda. Dimsum kukus dijual Rp25 ribu per porsi isi enam buah.
Sedangkan dimsum kuah dijual mulai Rp25 ribu hingga Rp35 ribu. Untuk dimsum goreng dibanderol Rp15 ribu per porsi.
Sistem penjualan masih menggunakan metode pre-order. Produksi dilakukan khusus setiap Minggu untuk penjualan Senin dan Selasa. Dalam sehari, pesanan online bisa mencapai sekitar 30 order.
“Kami masih produksi fresh karena belum punya freezer,” ujar Anindya.
Seluruh proses produksi juga masih menggunakan peralatan rumah tangga. Meski sederhana, mereka tetap menjaga kualitas bahan baku. Dimsum dibuat menggunakan 100 persen daging ayam.
Semangat merintis usaha itu semakin terasa saat mereka mengikuti event kuliner. Dalam satu kegiatan selama 24 jam, omzet kotor Kedai Dimo pernah mencapai Rp2 juta.
Sekitar 80 porsi dimsum berhasil terjual saat event berlangsung.
“Kalau event biasanya penjualannya lebih pasti ramai,” kata Anindya.
Selain fokus pada kualitas produk, pasangan muda ini juga mulai memanfaatkan layanan transaksi digital.
Pembayaran dilakukan secara tunai maupun non tunai menggunakan aplikasi BRImo dari Bank Rakyat Indonesia atau Bank Rakyat Indonesia.
Pelanggan dapat melakukan pembayaran melalui transfer maupun QR transfer menggunakan rekening pribadi mereka.
Menurut Abdul, penggunaan BRImo membantu transaksi menjadi lebih praktis saat menerima pesanan online.
“Pembeli sekarang banyak yang maunya transfer karena lebih cepat,” ujarnya.
Ke depan, mereka berharap bisa memiliki QRIS UMKM sendiri untuk mendukung pengembangan usaha. Pasangan muda ini juga mulai merencanakan pembuatan akun media sosial khusus bisnis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:








