May Day: Bupati Batang Bahas Pekerja Difabel, Trans Jateng hingga Perumahan
Bupati Batang M Faiz Kurniawan di peringatan Hari Buruh, Senin 4 Mei 2026 -Disway Jateng/ Bakti Buwono -
“Transportasi publik akan kita dorong, termasuk Trans Jateng yang ditargetkan hadir maksimal 2027,” ujar Faiz.
Di sisi lain, skema subsidi perumahan juga disiapkan untuk memastikan buruh memiliki akses hunian layak.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Batang, Suprapto, menegaskan bahwa Daker kini diperluas fungsinya sebagai sistem pemetaan tenaga kerja.
Program ini tidak hanya melatih, tetapi juga menghubungkan langsung kebutuhan industri dengan kompetensi pencari kerja.
“Kalau ada gap kompetensi, baru kita masukkan ke pelatihan, jadi lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Data terbaru menunjukkan kebutuhan tenaga kerja di Batang mencapai sekitar 5.800 orang dalam setahun, dengan mayoritas lulusan SMA.
Permintaan tenaga kerja juga mencakup lulusan diploma hingga sarjana, bahkan tenaga ahli seperti penerjemah bahasa asing.
Menariknya, kebutuhan ini diprediksi stabil dalam lima tahun ke depan di kisaran 3.000 hingga 4.500 tenaga kerja per tahun.
Untuk menjawab tantangan itu, Disnaker juga melakukan digitalisasi sistem pencarian kerja agar proses lamaran lebih responsif.
Perusahaan diwajibkan melaporkan data tenaga kerja secara detail, termasuk jumlah pekerja lokal, luar daerah, asing, hingga difabel.
Sistem ini sekaligus menjadi alat kontrol agar perusahaan memenuhi kewajiban inklusi tenaga kerja disabilitas.
Tak hanya itu, fitur pemetaan lokasi juga disiapkan agar perusahaan bisa melihat jarak kandidat pekerja dari lokasi kerja.
Dengan pendekatan ini, efisiensi rekrutmen diharapkan meningkat dan peluang kerja bagi warga lokal semakin terbuka.
Kebijakan berlapis ini menunjukkan bahwa Pemkab Batang tidak lagi sekadar mengejar angka serapan tenaga kerja.
Arah kebijakan kini lebih dalam, yakni membangun sistem yang adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi buruh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



