Data Bansos Masih Belum Akurat, Gus Ipul Warning Operator Desa

Data Bansos Masih Belum Akurat, Gus Ipul Warning Operator Desa

KOLABORASI PROGRAM - Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menghadiri acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam rangka Membangun SDM Menuju Kemandirian Ekonomi di Pendopo Amangkurat Pemkab Tegal, Sabtu (2/5/2026).--

Menurutnya, akurasi data sangat menentukan keberhasilan kebijakan pemerintah.

“Operator data desa jangan sampai disusupi kepentingan-kepentingan tertentu. Dinamika di desa harus segera diselesaikan. Data harus objektif dan bersih,” tegas Ischak.

Ia menambahkan, data yang akurat adalah cerminan keadilan.

“Kalau datanya benar, maka kebijakannya juga tepat. Dan kesejahteraan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Kabupaten Tegal sendiri memiliki basis data sosial yang sangat besar. Berdasarkan DTSEN, terdapat 579.539 keluarga dengan total 1.757.867 jiwa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 96.328 keluarga penerima manfaat menerima bantuan sosial. Rinciannya, 43.910 KPM menerima PKH dan sembako, sedangkan 52.418 KPM menerima bantuan sembako.

Selain itu, sebanyak 509.354 jiwa tercatat sebagai peserta PBI Jaminan Kesehatan.

Pada 2026, jumlah penerima juga bertambah 4.550 KPM baru.

Partisipasi masyarakat Kabupaten Tegal dalam pembaruan data juga tergolong tinggi. Tercatat ada 46.663 usulan bansos dan 56.641 usulan pembaruan data yang masuk.

Angka ini menunjukkan desa-desa di Kabupaten Tegal mulai aktif mengambil peran dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih akurat dan transparan.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid, sejumlah staf khusus Menteri Sosial, unsur Forkopimda, jajaran Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, BPS, hingga para kepala desa se-Kabupaten Tegal. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: