Pemkab Tegal Kebut Digitalisasi Bansos, Camat Jadi 'Benteng Data'
FKC - Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, menghadiri acara pertemuan rutin dan halal bihalal Forum Komunikasi Camat (FKC) se-Kabupaten Tegal di Pendopo Kecamatan Adiwerna, Jumat (17/4/2026). --
“Ini bukan hanya soal aplikasi atau platform, tapi bagaimana memastikan bantuan benar-benar sampai ke yang membutuhkan. Data harus hidup, terus diperbarui, dan diverifikasi,” jelasnya.
Ia juga mengakui bahwa kompleksitas data sosial masyarakat menjadi tantangan tersendiri. Mobilitas penduduk, perubahan kondisi ekonomi, hingga faktor sosial lainnya membuat data bansos harus terus dinamis.
“Kalau datanya tidak diperbarui, maka kesalahan akan terus berulang. Di sinilah pentingnya peran camat dan desa sebagai garda terdepan,” tegasnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal Iwan Kurniawan, menyoroti pentingnya penguatan operator Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). Layanan administrasi kependudukan dinilai menjadi fondasi utama dalam integrasi data bansos.
“Operator PATEN harus diperkuat, baik dari sisi kapasitas maupun jumlah. Mereka yang nanti akan menopang validitas data di tingkat kecamatan,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada bansos, forum tersebut juga membahas implementasi program Kecamatan Berdaya yang tengah dipilotkan di empat kecamatan, yakni Margasari, Balapulang, Bojong, dan Lebaksiu. Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas wilayah berbasis potensi lokal.
“Pembangunan tidak bisa seragam. Setiap kecamatan punya karakter dan potensi masing-masing. Itu yang harus diangkat,” kata Amir Makhmud.
Forum FKC kali ini menjadi ajang konsolidasi awal bagi para camat dalam menyamakan langkah. Penetapan Kabupaten Tegal sebagai daerah uji coba digitalisasi bansos 2026 menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperbaiki sistem pelayanan sosial secara menyeluruh
Jika berhasil, bukan hanya ketepatan sasaran bansos yang meningkat, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Sebaliknya, jika gagal, persoalan lama akan kembali berulang.
“Ini taruhan kita bersama. Kita ingin bansos benar-benar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Amir.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: