Musim Bencana Datang, Ansor Batang Siagakan Bagana dan PAC 15 Kecamatan
Anggota Bagana Ansor Batang di lokasi longsor pranten, Kecamatan Bawang -ist-
“Contohnya kemarin saat banjir di Batang pertengahan Januari, Bagana juga ikut membantu masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Kehadiran relawan Ansor dinilai mampu mempercepat penanganan darurat di lapangan. Menurutnya, fokus kesiapsiagaan Bagana tidak hanya tertuju pada bencana banjir.
Potensi bencana lain seperti tanah longsor, angin kencang, hingga kebakaran juga menjadi perhatian serius.
Karena itu, seluruh struktur Bagana dan PAC Ansor di tingkat kecamatan diminta selalu siap bergerak kapan pun dibutuhkan.
“Tidak hanya banjir, tiap Bagana dan PAC di 15 kecamatan juga siaga bencana,” tegasnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan respon cepat ketika bencana terjadi di wilayah mana pun di Batang.
Secara keseluruhan, PC Ansor Batang saat ini memiliki sekitar 100 anggota Bagana yang aktif. Ratusan relawan ini tersebar di berbagai kecamatan dan siap dikerahkan sesuai kebutuhan lapangan.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memperkuat respon awal bencana, terutama sebelum bantuan berskala besar tiba.
Gus Tolkhah menekankan bahwa relawan Bagana tidak hanya dibekali semangat, tetapi juga pengalaman lapangan.
Ke depan, peningkatan kapasitas relawan tetap menjadi agenda penting organisasi. Kesiapsiagaan bencana ini, menurut Gus Tolkhah, merupakan bagian dari khidmat Ansor kepada umat dan bangsa.
Ansor tidak ingin hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dalam situasi krisis yang dihadapi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa nilai gotong royong dan kepedulian sosial menjadi ruh gerakan Ansor. Apalagi jumlah anggota ansor di Batang tercatat memcapai 6.500 orang.
“Kami ingin Ansor benar-benar hadir di tengah masyarakat, terutama saat mereka membutuhkan,” ujarnya.
Ansor juga selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan relawan lintas organisasi. Menurutnya, penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial.
Kolaborasi lintas sektor dinilai mampu mempercepat pemulihan dan meminimalkan dampak bencana.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:








