PT Tirta Utama Jateng Siaga Air Bersih di Libur Nataru 2025, Dirut Cek SPAM Pekalongan
Jajaran manajemen PT Tirta Utama Jateng saat mengecek SPAM Krompeng Pekalongan-ist-
Dalam peninjauan tersebut, perhatian Aji juga tertuju pada persoalan krusial lain: perbaikan pipa transmisi yang sebelumnya rusak akibat banjir bandang di kawasan wisata Guci.
Kerusakan pipa di Desa Dawuan itu sempat mengganggu suplai air ke wilayah Slawi, Brebes, dan Kota Tegal.
Gangguan tersebut bukan perkara kecil. Debit air yang terdampak mencapai 250 liter per detik, jumlah yang sangat menentukan bagi keberlangsungan pelayanan air bersih di wilayah Tegal dan sekitarnya.
“Perbaikan pipa akibat banjir Guci sudah kami lakukan secara intensif,” ujar Aji. Ia menjelaskan, pekerjaan perbaikan dilakukan secara lembur selama tiga hari penuh.
BACA JUGA:Wapres Gibran Tinjau Stasiun Semarang Tawang, Pastikan Layanan Kereta Siap Hadapi Nataru 2025/2026
“Pekerjaan dilakukan sejak Minggu hingga Rabu, tanpa henti,” katanya. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.
“Alhamdulillah, hari ini perbaikan sudah selesai. Malam ini akan dilakukan uji alir, dan besok pagi produksi serta distribusi air sudah kembali normal,” ujar Aji dengan nada lega.
Selesainya perbaikan itu menjadi penanda penting bagi kesiapan PT Tirta Utama menghadapi lonjakan kebutuhan air selama libur Natal dan Tahun Baru.
Terlebih, wilayah Pantura Tegal dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Dengan kondisi infrastruktur yang kembali normal, PT Tirta Utama memastikan suplai air bersih siap menopang aktivitas masyarakat tanpa hambatan berarti.
Tak berhenti di aspek teknis, kesiapsiagaan sumber daya manusia juga diperkuat. Aji menegaskan bahwa petugas operasional disiagakan selama 24 jam penuh.
BACA JUGA:Cek Pospam, Bupati dan Kapolres Pekalongan Pastikan Nataru Aman
BACA JUGA:Arus Penumpang Nataru di Bandara Ahmad Yani Semarang Tembus 8.400 Orang, Mayoritas Tujuan Cengkareng
“Kami menyiagakan petugas operasional selama 24 jam untuk memastikan tidak ada gangguan berarti pada sistem penyediaan air,” tegasnya. Koordinasi lintas lembaga pun diperketat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
