Dua Siswa SDN 1 Tutup Tak Masuk Sekolah, Keluhan Sakit Perut Pasca Dugaan Insiden MBG Bertambah Jadi 14 Siswa

Dua Siswa SDN 1 Tutup Tak Masuk Sekolah, Keluhan Sakit Perut Pasca Dugaan Insiden MBG Bertambah Jadi 14 Siswa

WAWANCARA/Kepala Sekolah SDN 1 Tutup, Mustopa Kamar Riyanto.- diswayjateng/Farros ---

BLORA, diswayjateng.id – Pasca dugaan insiden gangguan kesehatan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), kondisi sejumlah siswa SDN 1 Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, masih dipantau.

Pada Jumat, 2 Oktober 2026, dua siswa diketahui tidak masuk sekolah. Sementara itu, beberapa siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) masih mengeluhkan sakit perut hingga pusing.

Kepala SDN 1 Tutup, Mustofa Kamal Riyanto, mengatakan dua siswa yang sebelumnya tidak masuk sekolah kemudian dijemput dari rumah untuk menjalani pemeriksaan di sekolah.

“Yang masih ada rasa sakit perut maupun pusing diperiksa lagi dari Puskesmas dan diberi obat. Lima siswa masih mengeluhkan sakit perut,” ujarnya, 2 Oktober 2026.

BACA JUGA:  Dari Buta Huruf hingga ABK, Program SDM Antar Walikota Pekalongan Raih Penghargaan Nasional

BACA JUGA:  Wali Kota Pekalongan Aaf Dorong Generasi Muda Contoh Veteran dan Perkuat Nasionalisme

Menurut Kamal, dari sejumlah siswa yang diperiksa petugas Puskesmas Tunjungan, tiga siswa masih melanjutkan kegiatan belajar mengajar. Sedangkan dua siswa lainnya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan pemeriksaan dan obat.

“Yang dua tadi tidak masuk, dijemput di rumah lalu diperiksa di sekolahan. Jadi yang dua pulang lagi setelah diperiksa dan diberi obat,” terangnya.

Di tengah pemantauan tersebut, jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan juga bertambah. Satu siswa kelas lima dilaporkan mengalami keluhan serupa, sehingga total siswa yang mengalami gangguan kesehatan mencapai 14 orang.

BACA JUGA:  Panggil Bawahannya Saja, DPRD Rembang 'Tak Berani' Seret Bupati Harno di Skandal Anggaran Rakyat!

BACA JUGA:  Kepala Sekolah Tak Hadir Saat Pemakaman Aqib, Keluarga Sebut Belum Ada Permintaan Maaf

“Ada satu siswa kelas lima yang mengalami keluhan serupa. Jadi jumlahnya bertambah menjadi 14 siswa yang mengalami keluhan,” bebernya.

Sebelumnya, sebanyak 13 siswa SDN 1 Tutup dilaporkan mengalami keluhan seperti sakit perut, pusing hingga muntah setelah menyantap menu MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tutup di bawah Yayasan Pelita Gizi Makmur.

Hingga Jumat, 2 Oktober 2026, kondisi para siswa masih dalam pemantauan. Pemeriksaan oleh petugas Puskesmas Tunjungan dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan siswa pasca kejadian tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: