Kerugian Mencapai Rp 600 Juta, Kandang Ayam di Kayen Pati Hangus Terbakar
KEJADIAN KEBAKARAN - Sebuah bangunan kandang ayam di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, luluh lantak dilalap si jago merah pada Rabu (30/9/2026). - dok.istimewa ---
PATI, diswayjateng.id — Sebuah bangunan kandang ayam di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, luluh lantak dilalap si jago merah pada Rabu (30/9/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, tetapi kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 600 juta.
Laporan mengenai kebakaran tersebut pertama kali diterima oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati pada pukul 12.42 WIB. Bangunan kandang tersebut diketahui milik Ibnu Rofiq (48), warga asal Desa Manggahang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
BACA JUGA: 227 Bangunan di Bantaran Sungai Karangmlati Demak Ditertibkan, Pedagang Minta Solusi
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Perlindungan Masyarakat (Damkar Linmas) Satpol PP Kabupaten Pati, Dwi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa setelah menerima laporan warga, armada pemadam langsung dikerahkan ke lokasi musibah.
"Setelah menerima laporan dari warga pukul 12.42 WIB, tim langsung bergerak menuju lokasi kejadian di Desa Jimbaran," kata Dwi.
Mengingat kobaran api yang cepat membesar dan berpotensi merembet ke area sekitarnya, penanganan di lokasi dilakukan secara gabungan. Tim mengerahkan satu unit mobil pemadam dari Pos Kayen serta didukung satu unit tangki suplai air dari Pos Damkar Pati, dengan melibatkan lima personel pemadam.
Upaya pemadaman berlangsung intensif selama kurang lebih dua setengah jam. Petugas pemadam kebakaran bahu-membahu bersama personel TNI, Polri, serta warga setempat untuk melokalisasi perambatan api agar tidak mengancam permukiman sekitar.
BACA JUGA: Tak Mengantongi IUP OP, Penambangan di Embung Lodan Rembang Dipastikan Ilegal
BACA JUGA: Pengiriman 588 Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang
Amuk api baru berhasil dipadamkan secara total pada pukul 15.20 WIB.
Terkait pemicu utama timbulnya kobaran api, pihak berwenang hingga kini masih melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara.
"Penyebab pasti timbulnya api hingga saat ini belum diketahui dan masih dalam penyelidikan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun estimasi kerugian materiil diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 600 juta," tutur Dwi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
