Desa Tempur Jepara Dihantam Lima Kali Longsor Bikin Warga Terisolasi
Bupati Witiarso Utomo mendatangi lokasi longsor di desa yang berada di Pegunungan Muria. --
JEPARA, diswayjateng.com - Bencana longsor kembali memutus akses masyarakat Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten JEPARA. Kondisi ini membuat warga setempat terisolasi.
Merespon hal itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo mendatangi lokasi longsor di desa yang berada di Pegunungan Muria itu. Ia mengawal proses pembersihan material longsoran yang menutup akses utama jalan desa setempat.
Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, sejak awal Maret lalu hingga sekarang sudah terjadi lima kali longsor di Desa Tempur. Dari jumlah itu, dua peristiwa longsor terjadi pada Jumat dan Sabtu (27 - 28 Maret) pekan ini.
Lokasi longsor juga di kawasan yang sama. Sehingga badan jalan yang sebelumnya sudah dibersihkan kembali tertimbun material longsoran.
Akses penghubung Dukuh Duplak dengan kawasan di bawahnya atau sebaliknya, juga tak bisa dilalui kendaraan lagi.

Proses pembersihan material longsoran yang menutup akses utama jalan Desa Tempur Jepara. --
Selain membersihkan material longsoran yang menutup badan jalan, pihaknya juga fokus pembukaan jalur baru menuju Desa Tempur. Jalur yang sedang digarap dari arah Sumanding menuju Tempur atau sebaliknya.
Panjang jalur baru itu sekitar 6 kilometer. Saat ini, pembukaan jalur baru itu sudah hampir 5 kilometer. Ditargetkan empat pekan lagi, pembukaan jalur baru itu sudah rampung.
"Saat ini progresnya sekitar 80 persen. Empat pekan lagi atau sebulanan sudah clear," ujarnya didampingi Kalakhar BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto.
Rencananya, badan jalan jalur baru itu akan dilakukan pengerasan oleh DPUPR Kabupaten Jepara. Selain itu juga dilakukan penataan saluran air di kawasan jalur baru Sumanding - Tempur atau sebaliknya.
"Nanti dianggarkan di APBD Perubahan Jepara pada tahun ini," pungkas Witiarso saat ditemui di lokasi pada Senin (30/3/2026).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


