Bupati Sudewo Prihatin Tingginya Belanja Pegawai OPD Pati
Bupati Sudewo melantik Riyoso sebagai Kepala DPUTR Pati -arief pramono/diswayjateng.id-
PATI, diswayjateng.id- Komposisi belanja daerah harus mengikuti ketentuan yang berlaku dan wajib tercapai pada tahun 2027. Sebab hal itu merupakan mandat Undang-Undang yang harus dilaksanakan selambat-lambatnya tahun 2027.
Pesan itu disampaikan Bupati Pati, Sudewo usai melantik Riyoso sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati belum lama ini. Selain menjabat DPUTR, Riyoso juga merangkap sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Pati.
Sudewo juga menyoroti bahwa belanja pegawai yang terlalu tinggi. Kondisi yang terjadi selama ini, menjadi tantangan besar bagi Pemkab Pati.
Bahkan di beberapa unit seperti di RSUD RAA Soewondo Pati. Pihaknya menyebut belanja pegawai hampir mencapai 100 persen, tanpa ruang untuk pembangunan fisik maupun pelayanan yang lebih baik.
"Penekanan kebijakan efisiensi belanja pegawai memang tidak populer. Tapi ini demi masa depan. Dan saya bersyukur mendapat dukungan penuh dari Menteri PAN-RB", ujar Bupati Sudewo.
Bupati Sudewo juga meminta agar belanja pegawai di DPUTR dan DPMTPSP Pati harus ditekan dari 47 persen menjadi maksimal 30 persen.
"Rinciannya alokasi belanja pegawai maksimal 30 persen, belanja infrastruktur minimal 40 persen dan belanja pendidikan minimal 20 persen", ujar Bupati Sudewo.
Sudewo juga menyebutkan bahwa dari total belanja pegawai Kabupaten Pati sebesar Rp 1,34 triliun, penghematan 5 persen saja bisa menghasilkan dana sekitar Rp 70 miliar yang sangat mungkin dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur.
"Inilah mengapa reformasi birokrasi tidak bisa ditunda. Kita perlu komitmen kuat dari pusat dan daerah agar arah pembangunan lebih produktif dan efisien", tukasnya.
Sudewo berharap kepada Riyoso melaksanakan tugas itu sebaik-baiknya. Untuk menjalankan pekerjaan infrastruktur jalan yang bagus, sesuai perencanaan, spesifikasi dan selesai tepat waktu.
Sudewo ingin agar kualitas pekerjaan infrastrukturnya harus bagus dan detail. Yakni material dan volumnya dicek sesuai standar kualitas. “Saya tidak ingin ada penyimpangan-penyimpangan", tutur Bupati.
Sudewo pun menegaskan tidak ingin melihat ada penyimpangan dalam proses pelaksanaan proyek. Ia meminta agar semua aspek pekerjaan diperhatikan secara detail.
"Saya berharap Pak Riyoso ada rasa syukur, ada rasa lebih bertanggungjawab dalam bekerja sebagai kepala DPUTR definitif dengan anggaran di tahun 2025 ini sangat besar dan tantangan sangat besar", tutur Bupati.
Agenda pelantikan bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, dihadiri Wakil Ketua I DPRD Hardi, Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra, dan Sekda Jumani, Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, Kepala OPD, para camat dan tokoh masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

