Entaskan 4000 ATS di Jepara, Bupati Witiarso Melirik Peran IPPK
Bupati Witiarso Utomo halalbihalal bersama Keluarga Besar IPPK Jepara-arief pramono/diswayjateng.id-
JEPARA, diswayjateng.id- Insan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) merupakan aset yang sangat berharga. Sebab merupakan sumber daya berpengalaman, pengetahuan dan dedikasi yang tak ternilai harganya.
Karena itu, kehadiran IPPK diharapkan terus menjadi mitra handal bagi Pemkab Jepara. Yakni dalam mencapai tujuan pembangunan, terutama sektor pendidikan di Jepara.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo, saat silaturahim, rapat kordinasi dan halalbihalal Keluarga Besar IPPK Kabupaten Jepara, di Gedung Kesenian Srobyong, Mlonggo, Kamis (17/4/2025).
Acara ini dihadiri kepala perangkat daerah, Forkompincam Mlonggo, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, SMA, SMK, Pengurus IPPK Jepara, Ketua IPPK Kecamatan Se-Kabupaten Jepara, serta Insan Pendidikan.
BACA JUGA:Ringankan Beban Jemaah Haji, Pemkab Jepara Fasilitasi Akomodasi
BACA JUGA:Janjikan Lapangan Kerja bagi Warga, Strategi Ini Dilakukan Bupati Jepara
Bupati Witiarso mengatakan, IPPK telah memberikan kerja keras dan dedikasi untuk kemajuan pendidikan dan kebudayaan di daerah. Organisasi ini berperan strategis menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur, yang telah ditanamkan bertahun-tahun di dunia pendidikan dan kebudayaan.
"Keberadaan IPPK sangat penting, terutama dalam mendukung Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kebudayaan di Jepara," ujar Witiarso.
Witiarso menyebut, banyak peran yang dapat diberikan IPPK untuk kemajuan Jepara. Antara lain mendorong program pengembangan sumber daya manusia (SDM), pelestarian dan pengembangan budaya lokal, serta bersinergi dengan pemerintah demi mewujudkan program-program daerah.
Selaras dengan hal tersebut, saat ini Kabupaten Jepara masih menghadapi persoalan terkait pendidikan, terutama penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Meski cenderung menurun, namun masih terdapat sekitar 4000 anak usia 7-18 tahun di Jepara yang bersatus ATS.
"Kami percaya untuk menyelesaikan masalah ini (ATS), dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, dunia usaha, dan organisasi Kemasyarakatan, seperti IPPK," tuturnya.
Witiarso berharap IPPK dapat membantu mendampingi anak yang putus sekolah, untuk kembali melanjutkan pendidikan mereka. Caranya melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan keterampilan.
Selain itu, IPPK juga dapat berperan dalam menggalang bantuan dari berbagai pihak, demi keberlanjutan pendidikan anak-anak Jepara.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

