BACA JUGA: Mahasiswa PPG PPKN UPS Tegal Hidupkan Literasi Masjid
Terkait dugaan penyebab munculnya bakteri, Nur Betsia menilai persoalan tersebut dapat berkaitan dengan aspek kebersihan, pemiliohan bahan makanan, proses pengolahan, penyajian, hingga pengiriman makanan yang kurang diperhatikan.
Terkait Kualifikasi Ahli Gizi
Selain persoalan hasil laboratorium, muncul pula pertanyaan mengenai latar belakang tenaga yang bertanggung jawab atas aspek gizi di SPPG Tutup.
Menanggapi hal itu, Nur Betsia menyampaikan bahwa tenaga dengan latar belakang teknologi pangan diperbolehkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sesuai ketentuan yang berlaku.
Adapun terkait penetapan penyebab kejadian dan pihak yang bertanggung jawab, Dinkesda Blora menyatakan tidak dapat memberikan vonis secara langsung karena hal tersebut menjadi kewenangan satuan tugas (satgas) MBG Kabupaten Blora.
BACA JUGA: Warga Gunungrowo Blora Mulai Kesulitan Air Bersih, Sumur Menipis
BACA JUGA: Tunggakan Rusun Kaligawe Semarang Menyusut, 4 Kamar Akhirnya Disegel
Dengan keluarnya hasil pemeriksaan laboratorium, temuan bakteri pada sejumlah sampel makanan dan air menjadi salah satu aspek yang perlu ditindaklanjuti untuk mengetahui kaitannya dengan kejadian yang dialami para siswa.
Monitoring dan evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber kontaminasi serta mengevaluasi proses pengolahan, penyajian, dan distribusi makanan MBG agar kejadian serupa tidak terulang.